Pencarian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta PTMSI Perbanyak Turnamen Tenis Meja di 35 Kabupaten/Kota

Minggu, 02 Agustus 2026 • 12:51:01 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Minta PTMSI Perbanyak Turnamen Tenis Meja di 35 Kabupaten/Kota
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta PTMSI memperbanyak turnamen tenis meja di 35 kabupaten/kota.

SEMARANG — Instruksi itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Tengah periode 2026–2030 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu (1/8/2026). Ia menegaskan kompetisi rutin tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan, tetapi juga ruang pembinaan yang menghubungkan atlet muda dengan kompetisi resmi.

Menurut Luthfi, pengurus di tingkat kabupaten/kota harus aktif menggagas agenda pertandingan dan melibatkan pemerintah daerah setempat. Ia meminta para ketua terpilih memiliki terobosan agar olahraga ini hidup di tengah masyarakat.

"Pengurus yang baru harus punya terobosan kreatif. Olahraga sekarang menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat. Wujudkan tenis meja jadi life style dengan banyak kegiatan. Kalau perlu ada event rutin, libatkan juga bupati dan walikota," kata Luthfi.

Jejak Prestasi yang Ingin Dikembalikan

Optimisme tersebut tidak lepas dari catatan emas tenis meja Jawa Tengah di ajang multi-event. Pada PON XVI tahun 2004, Yon Mardiyono menyumbang medali emas tunggal putra dan perunggu beregu putra. Empat tahun kemudian, Jawa Tengah menambah perak beregu putra serta perunggu ganda putra melalui Yon dan Ersan Sutanto.

Rekam jejak Yon berlanjut ke level Asia Tenggara. Ia memperkuat Indonesia pada SEA Games 2005 dan 2007, membawa pulang medali perak ganda putra serta perunggu beregu putra.

Regenerasi kini mulai terlihat. Pada Popnas XVII tahun 2025, atlet muda Citra Rasmi mempersembahkan tiga medali emas untuk Jawa Tengah dari nomor tunggal putri, ganda putri, dan beregu putri. Animo masyarakat pun tinggi, terbukti dari Kejuaraan Tenis Meja Gubernur Jateng Cup 2025 yang diikuti 362 atlet dari berbagai klub.

Target PON 2028 dan Tata Kelola Baru

Luthfi berharap kepengurusan baru mampu menyatukan kekuatan seluruh daerah. Ia meminta pembinaan prestasi menjadi prioritas utama, bukan sekadar seremonial organisasi.

"Pembinaan dan prestasi harus kita kedepankan. Mulai hari ini pengurus di 35 kabupaten/kota harus bersatu untuk memberikan prestasi olahraga tenis meja kepada masyarakat. Pemprov Jateng akan memberikan tali asih bagi mereka yang berprestasi," tegasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Ketua Umum Pengprov PTMSI Jawa Tengah Lukas Arry Dwiko Utomo menyatakan pihaknya akan membangun tata kelola organisasi yang profesional. Fokus utamanya adalah transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pembinaan atlet.

"Kami optimistis dan bertekad meraih prestasi tenis meja Jawa Tengah. Salah satunya dimulai dari penguatan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, efektif dan efisien. Target kami pada PON 2028 di NTB, tenis meja bisa menyumbangkan prestasi," katanya.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indoraya.news

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks