PEKALONGAN — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penerapan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) menjadi langkah strategis dalam menekan biaya produksi pertanian sekaligus mendukung program ekonomi hijau. Sistem yang mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT) dan Internet of Things (IoT) ini dijalankan melalui program Benteng Pangan Jawa Tengah.
Dalam kunjungannya di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa tiga titik pompa yang telah terpasang mampu mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian. Khusus untuk wilayah Pekalongan, pompa tersebut mengairi hampir 20 hektare sawah milik sekitar 30 petani padi.
"Tiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian. Khusus untuk di Pekalongan ini, mampu mengairi hampir 20 hektare lahan," ujar Luthfi usai melakukan penyerahan bantuan secara simbolis.
Tiga Keunggulan PATS
Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti tiga keunggulan utama dari sistem pompanisasi tenaga surya ini. Pertama, penghematan energi dengan menggantikan bahan bakar fosil atau diesel. Kedua, operasionalnya bebas polusi. Ketiga, pompa memiliki kemampuan untuk menyala selama 24 jam penuh.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menjadikan tiga titik awal ini sebagai model percontohan yang akan dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bahkan, program ini diproyeksikan menjadi percontohan di tingkat nasional.
"Ini akan kita kembangkan, sosialisasikan, dan siapkan infrastrukturnya. Pompa tenaga surya ini sebelumnya juga sudah sukses digunakan di Sayung, Demak, untuk mengatasi banjir," tambahnya.
Penghematan Konsumsi Solar
Manfaat ekonomi dari PATS dirasakan langsung oleh para petani. Kirom, perwakilan Gapoktan Desa Tengengwetan, mengungkapkan bahwa kehadiran PATS memangkas konsumsi solar secara signifikan. Sebelumnya, penggunaan mesin diesel menghabiskan sekitar 30 liter solar untuk operasional sehari semalam. Kini, kebutuhan solar berkurang menjadi hanya 15 liter.
"Pompa dengan BBM solar hanya digunakan untuk malam hari saja, sementara siangnya penuh menggunakan tenaga surya. Ini jauh lebih irit dan menekan ongkos produksi kami," jelas Kirom. Sumber air untuk pengairan sawah di desa tersebut berasal dari sungai sekitar.
Gilang dari Gapoktan Tani Makmur Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, menyebut PATS sebagai solusi atas kendala irigasi yang selama ini dihadapi petani. Air rob yang masuk ke saluran irigasi saat musim kemarau kerap menjadi kendala utama.
"Dengan pompa tenaga surya ini, kami menggunakan sumur bor sehingga air yang dihasilkan tidak asin. Petani kini bisa merekayasa musim tanam sendiri dan lebih maju dalam memulai masa tanam," pungkas Gilang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meyakini transformasi teknologi ini akan memperkuat implementasi green economy di berbagai sektor. Program PATS juga dinilai sejalan dengan kesiapan sistem pencegahan dan mitigasi menghadapi musim kemarau yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.