Pencarian

Kritikus Global Sebut Live-Action Moana Kaku dan Kehilangan Jiwa, Penonton Indonesia Capai 506 Ribu

Rabu, 15 Juli 2026 • 21:48:01 WIB
Kritikus Global Sebut Live-Action Moana Kaku dan Kehilangan Jiwa, Penonton Indonesia Capai 506 Ribu
Penampilan Dwayne Johnson sebagai Maui dalam film live-action Moana menuai kritik tajam dari pengamat film global karena dinilai kaku tanpa penjiwaan.

JAWA TENGAH — Adaptasi live-action Moana yang dirilis pada 8 Juli 2026 di Indonesia menghadapi gelombang kritik internasional yang tidak biasa. Alih-alih memuji pencapaian visual, para kritikus justru menyoroti akting kaku, dominasi CGI yang berlebihan, dan tidak adanya urgensi kreatif dalam film produksi Disney ini.

Data Cinepoint menunjukkan film bertema petualangan gadis Pulau Motunui itu meraih 111.848 penonton pada hari pertama dan terus bertambah. Namun, angka tersebut tidak sebanding dengan respons negatif yang datang dari berbagai media terkemuka dunia.

Akting Dwayne Johnson Dinilai "Berjalan Otomatis" Tanpa Penjiwaan

Penampilan Dwayne Johnson sebagai Maui menjadi sasaran kritik paling tajam. Peter Bradshaw dari The Guardian menyebut akting aktor 54 tahun itu seperti berjalan otomatis tanpa penjiwaan.

"Tiga dekade terlalu tua untuk memerankan Maui. Aktingnya terasa sangat hambar dan kaku," tulis Kevin Maher dari The Times dalam ulasannya.

Visual Efek Berlebihan: Antara Hawaii dan Studio Atlanta

Penggunaan efek CGI yang mendominasi hampir seluruh adegan membuat label "live-action" dipertanyakan. John Nugent dari Empire menyebut penyebutan film ini sebagai live-action adalah kekeliruan karena visualnya lebih mirip animasi komputer.

Clarisse Loughrey dari The Independent bahkan mengaku tidak bisa membedakan adegan yang syuting di Hawaii dengan yang dibuat di studio Atlanta. "Katanya, beberapa adegan diambil langsung di Hawaii—tapi saya sendiri tidak bisa membedakannya," tulisnya.

Dibandingkan dengan Hasil Perintah ChatGPT

Kritikus menyamakan film ini dengan produk kecerdasan buatan karena pengerjaannya yang formulaik. Robbie Collin dari The Telegraph menulis bahwa hampir tidak ada satu momen pun yang tidak terasa seperti hasil mengetik perintah ke ChatGPT: "Bagaimana jika adegan Moana yang ini dibuat versi live-action-nya?"

John Nugent dari Empire pun mengibaratkan karakter Johnson seperti interpretasi AI, bukan hasil akting manusia.

Versi Animasi 2016 Dinilai Jauh Lebih Unggul

Para kritikus sepakat bahwa adaptasi ini tidak perlu dibuat. Film animasi orisinal tahun 2016 dinilai sudah sempurna, menyenangkan, dan menyentuh. Mengulang cerita yang sama persis dalam waktu relatif singkat dianggap sebagai pemborosan waktu dan talenta.

"Apakah industri kita sudah seputus asa itu hingga kita harus maklum melihat Dwayne Johnson mengulangi performa suara yang persis sama dengan yang ia lakukan satu dekade lalu?" tulis Clarisse Loughrey.

Kevin Maher dari The Times menambahkan bahwa versi live-action merampas semua elemen dinamis, megah, dan ambisius dari film aslinya. "Lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang kaku, terbatas, dan menjemukan," katanya.

Film yang menceritakan petualangan seorang gadis pemberani dari Pulau Motunui yang terpanggil samudra untuk mengembalikan jantung mistis dewi Te Fiti ini masih tayang di bioskop Indonesia. Namun, kritik yang mengemuka bisa menjadi catatan bagi Disney dalam merencanakan adaptasi live-action berikutnya.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks