KENDAL — Ribuan warga dan nelayan memadati kawasan pesisir Kelurahan Bandengan untuk mengikuti tradisi Sedekah Laut dan Bumi yang digelar, Minggu (12/7). Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, yang akrab disapa Bupati Tika, hadir langsung dan melepas karnaval budaya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat.
Rangkaian Acara: Dari Karnaval hingga Larung Sesaji
Lurah Bandengan, Lilik Eko Sutopo, menjelaskan bahwa rangkaian acara tahun ini sengaja dikemas sederhana namun sarat makna. Berbagai kegiatan seperti karnaval budaya, larung sesaji, doa bersama, dan pertunjukan seni tradisional menjadi inti dari perayaan yang telah berlangsung turun-temurun ini.
“Sedekah laut dan bumi merupakan agenda budaya tahunan masyarakat Bandengan. Harapannya tradisi ini tetap terjaga sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Lilik.
Harapan Bupati: Pelestarian Budaya dan Lingkungan
Dalam sambutannya, Bupati Tika menekankan bahwa tradisi sedekah laut bukan sekadar ritual. Menurutnya, kegiatan ini memiliki tiga nilai penting sekaligus: nilai spiritual sebagai ungkapan syukur, nilai pelestarian budaya lokal, dan nilai kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.
“Ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil laut dan keselamatan yang diperoleh selama melaut. Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan,” ujar Bupati Tika. Ia menambahkan bahwa Pemkab Kendal berharap kegiatan ini mampu mendorong sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Tema yang diusung tahun ini adalah “Aktualisasi Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa sebagai Perwujudan Rasa Syukur kepada Allah SWT”. Bupati berharap tradisi ini bisa memperkuat kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur.
Nelayan Mulai Panen, Tapi Rob Masih Jadi Momok
Di tengah kemeriahan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan kabar positif. Ia mengungkapkan bahwa hasil tangkapan nelayan di Bandengan mulai menunjukkan peningkatan.
“Alhamdulillah hasil tangkapan mulai meningkat. Memang masih ada kendala ombak dan rob di Bandengan, tetapi kami berharap hasil tangkapan terus bertambah sehingga kesejahteraan nelayan juga semakin meningkat,” tambah Hudi.
Banjir rob dan gelombang tinggi memang menjadi tantangan klasik yang kerap dihadapi nelayan pesisir Kendal. Dengan adanya tradisi sedekah laut, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan tetap terjaga di tengah tekanan alam.