REMBANG — Perputaran uang selama Rembang Expo 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285 mencapai sekitar Rp 4,5 miliar. Angka tersebut merupakan akumulasi transaksi selama 10 hari penyelenggaraan, dengan rata-rata perputaran harian sekitar Rp 450 juta.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz, menyampaikan bahwa capaian ini belum termasuk pendapatan dari wahana dinosaurus yang turut meramaikan acara. Wahana tersebut rata-rata menjual 2.000 hingga 3.000 tiket per hari dengan harga Rp 20 ribu per tiket.
Pendapatan UMKM Lokal Capai Rp 3 Juta per Hari
Dari sekitar 60 UMKM lokal yang berpartisipasi, terdapat sekitar 20 pelaku usaha yang dinilai sudah mampu mengimbangi pendapatan pedagang dari luar daerah. Rata-rata omzet UMKM lokal berada di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per hari.
"Kalau yang kecil-kecil itu hampir Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta untuk UMKM lokal. Ada juga yang melebihi, seperti yang jual dimsum," jelas Mahfudz, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, pedagang dari luar daerah rata-rata mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per hari selama pameran berlangsung.
Makanan Kekinian Dominasi Transaksi Pengunjung
Mahfudz mengamati bahwa produk makanan kekinian menjadi jenis usaha yang paling banyak diminati pengunjung. Kondisi ini berbeda dengan produk olahan ikan atau makanan kemasan yang peminatnya masih terbatas.
"Yang paling diminati itu menu-menu makanan, terutama makanan kekinian. Sementara produk seperti olahan ikan atau olahan yang dikemas masih terbatas peminatnya," katanya.
Perputaran ekonomi pada Rembang Expo tahun ini tercatat lebih besar dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Mahfudz menilai hal ini menunjukkan perkembangan positif bagi sebagian pelaku UMKM lokal.
Pemkab Dorong UMKM Rembang Berani Ekspansi ke Daerah Lain
Di balik besarnya transaksi tersebut, Mahfudz melihat masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Sebab, sebagian UMKM lokal lainnya masih tertinggal dari sisi omzet jika dibandingkan dengan pedagang dari luar daerah.
Ia mendorong pelaku UMKM Rembang untuk tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi mulai berani mengikuti berbagai pameran atau expo di daerah lain. Menurutnya, kemampuan bersaing di luar daerah penting agar produk UMKM Rembang semakin dikenal sekaligus mendorong peningkatan omzet.
"UMKM lokal harus mampu bersaing, berani keluar. Jangan hanya di Rembang saja mengisi stand. Kalau ada Expo di Blora, Pati atau daerah lain, kami berharap UMKM lokal berani menjual produknya dan berani bersaing," tegasnya.
Evaluasi Digelar untuk Penyelenggaraan Tahun Depan
Pemkab Rembang berencana menggelar kembali acara serupa pada momentum Hari Jadi Kabupaten Rembang berikutnya. Evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini akan menjadi bahan penyempurnaan untuk penyelenggaraan yang akan datang.
"Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan lagi dengan penyempurnaan, baik dari sisi kebaikan maupun kekurangan yang ada tahun ini," pungkas Mahfudz.