Pencarian

Ratusan Perempuan Tegal Kampanyekan Cinta Kebaya di Alun-Alun, Wakil Wali Kota Ikut Pawai dan Tari Geyol

Kamis, 30 Juli 2026 • 10:16:01 WIB
Ratusan Perempuan Tegal Kampanyekan Cinta Kebaya di Alun-Alun, Wakil Wali Kota Ikut Pawai dan Tari Geyol
Ratusan perempuan dari berbagai organisasi mengikuti pawai kebaya di Alun-Alun Kota Tegal, Kamis (25/7).

TEGAL — Ribuan pasang mata di Alun-Alun Kota Tegal tertuju pada rombongan perempuan berpakaian kebaya, Kamis (25/7) pagi. Mereka bukan sekadar berpawai, tetapi membawa misi mengubah cara pandang masyarakat terhadap busana tradisional Indonesia.

Kampanye yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tegal ini diikuti 300 peserta dari 30 organisasi. Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Tegal juga turut mengawal jalannya acara.

Kebaya Bukan Pakaian Kuno, tapi Timeless

"Kebaya itu bukan baju jadul, melainkan pakaian keren, timeless, serta memiliki nilai dan jiwa yang mendalam," kata Ketua GOW Kota Tegal, Ny Debby Firoeza Indiany, di sela-sela acara.

Debby menegaskan, penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 merupakan bentuk penghormatan negara terhadap peran perempuan dan warisan budaya bangsa. Menurutnya, anggapan bahwa kebaya hanya cocok untuk acara formal sudah harus dihapus.

Pawai dan Tari Geyol Meriahkan Alun-Alun

Kemeriahan acara tidak hanya berhenti pada pawai. Para peserta juga menarikan Tari Geyol khas Tegalan dan melakukan senam bersama. Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah tampil anggun dalam balutan kebaya Nusantara, berbaur dengan peserta lainnya.

Sepanjang pawai, rombongan membentangkan spanduk berisi ajakan mencintai kebaya. Warga yang melintas di sekitar Alun-Alun Kota Tegal pun ikut terpukau dengan warna-warni kain tradisional yang dikenakan para peserta.

Kebaya untuk Aktivitas Harian, dari Kantor hingga Santai

Debby mendorong para perempuan untuk percaya diri menggunakan kebaya dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kebaya sangat fleksibel—mulai dari busana kerja di kantor, acara kebersamaan, momen santai, hingga pakaian harian.

"Melalui kampanye ini, kami ingin menepis persepsi publik bahwa kebaya adalah pakaian kuno. Justru kebaya punya nilai dan jiwa yang mendalam," ujar Debby.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional di Kota Tegal. GOW berencana melanjutkan kampanye serupa di berbagai kecamatan untuk memperluas gerakan cinta kebaya.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks