PEMALANG — Sebanyak 11 desa di dua kecamatan wilayah selatan Pemalang, Pulosari dan Belik, mulai merasakan dampak musim kemarau. Sumur-sumur warga dilaporkan kering, dan BPBD Kabupaten Pemalang langsung mengirimkan bantuan air bersih secara rutin sejak pekan lalu.
11 Desa Terdampak, Dua Kecamatan Jadi Langganan Kekeringan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengatakan pihaknya menerjunkan truk tangki air setelah menerima laporan warga melalui sistem pengaduan. “Kami turun langsung ke lokasi melihat dan benar kekeringan, jadi truk tangki air dikerahkan untuk membantu masyarakat,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Data BPBD mencatat sembilan desa di Kecamatan Pulosari yang terdampak, yakni Desa Clekatakan, Penakir, Gambuhan, Nyalembeng, Batursari, Pulosari, Pagenteran, Siremeng, dan Cikendung. Sementara di Kecamatan Belik, dua desa yang mengalami kekeringan adalah Desa Belik dan Gombong.
Bantuan Tak Hanya ke Rumah Warga, Juga ke Sekolah dan Ponpes
Distribusi air bersih tidak hanya menyasar permukiman. BPBD bersama relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pemalang juga menyalurkan bantuan ke sejumlah fasilitas umum. Sekolah, madrasah, hingga pondok pesantren masuk dalam daftar prioritas.
“Hampir setiap hari kami turun memberikan bantuan, karena semua warga sangat butuh air bersih dan sumur mereka sudah kering,” terang Agus.
Wilayah Selatan Pemalang: Langganan Kekeringan Tiap Kemarau
Kecamatan Pulosari dan Belik dikenal sebagai daerah yang selalu menjadi langganan bencana kekeringan saat musim kemarau tiba. Kondisi geografis di lereng selatan membuat sumber air tanah cepat surut jika tak ada hujan dalam waktu lama.
Agus berharap masyarakat bisa saling membantu dan berbagi dengan warga yang terdampak. “Mudah-mudahan masyarakat bisa saling membantu dan berbagi untuk mereka yang terkena bencana kekeringan,” pungkasnya.