KENDAL — Puluhan guru dan kader Muhammadiyah di Kabupaten Kendal dibekali kemampuan membuat konten digital dalam pelatihan yang digelar di sela-sela akhir pekan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan teknik produksi video, infografis, atau podcast, tetapi juga membangun personal branding yang positif dan bertanggung jawab di jagat maya.
Bupati: Medsos Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Ruang Dakwah
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mengapresiasi inisiatif PDM Kendal yang menyasar kalangan pendidik sebagai ujung tombak dakwah digital. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pesan keagamaan dan edukasi.
“Media sosial saat ini bukan hanya sebagai sarana hiburan. Tetapi juga menjadi ruang dakwah, edukasi, dan branding organisasi,” kata Dyah dalam sambutannya, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, berbagai pesan dapat disampaikan melalui format video pendek, infografis, podcast, hingga reels yang kreatif. “Berbagai pesan dapat disampaikan melalui video, infografis, podcast, reels, maupun konten kreatif lainnya,” imbuhnya.
Mengapa Kader Muhammadiyah Perkuat Literasi Digital?
Langkah ini dinilai strategis di tengah derasnya arus informasi yang kerap disusupi berita bohong. Dengan membekali para pendidik dan kader, PDM Kendal berharap lahir lebih banyak konten inspiratif dan edukatif yang mampu bersaing dengan konten negatif di linimasa.
“Tujuannya jelas, untuk memperbanyak konten positif di media sosial, sekaligus menangkal penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan,” demikian pernyataan resmi panitia pelaksana.
Target: Generasi Muda Mampu Manfaatkan Teknologi Secara Bijak
Bupati Dyah berharap pelatihan ini dapat melahirkan generasi muda yang tak hanya mahir secara teknis, tetapi juga bijak dalam memanfaatkan teknologi. “Yakni dengan menghadirkan konten yang inspiratif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar oleh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Kendal ini menjadi salah satu upaya organisasi dalam menjawab tantangan era digital. Ke depan, peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak dakwah di platform masing-masing.