JAWA TENGAH — Pada usia 41 tahun, setelah 23 tahun mengabdi, 232 pertandingan, dan 146 gol untuk negaranya, Cristiano Ronaldo akhirnya mengakui apa yang sudah lama diduga publik. "Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya," ucapnya di hadapan puluhan jurnalis di Dallas. "Semoga Tuhan menghendaki besok bukan pertandingan terakhir saya."
Karier Internasional yang Legendaris
Perjalanan Ronaldo bersama Portugal dimulai pada 2003 saat ia menggantikan Luis Figo di babak kedua melawan Kazakhstan, disaksikan 8.000 penonton. Kini, ia berpotensi mengakhiri petualangan itu di hadapan 80.000 suporter di Stadion Dallas melawan rival abadi, Spanyol. Enam edisi Piala Dunia telah ia lakoni, namun trofi paling bergengsi itu masih luput dari genggamannya.
"Saya tidak kekurangan apa pun. Tuhan telah bermurah hati kepada saya," kata Ronaldo. "Saya tidak akan menjadi Cristiano yang lebih atau kurang jika memenangkan Piala Dunia atau tidak."
Serangan dan Tekanan yang Membentuk Karakter
Dalam sesi yang penuh canda dan sindiran halus, sang megabintang melontarkan pernyataan menohok. "Mereka telah berusaha membunuh saya selama 23 tahun," ujarnya merujuk pada kritik yang terus diterimanya. "Tidak ada gunanya terlalu memedulikannya. Itu bagian dari permainan."
Ia bahkan berterima kasih kepada para jurnalis atas serangan yang diterimanya. "Itulah cara Anda tumbuh sebagai pribadi. Itu membuat saya semakin kuat. Dan saya berterima kasih kepada kalian, jurnalis, untuk itu," sindirnya sambil tersenyum.
Catatan Gol dan Mentalitas Juara
Ronaldo juga menegaskan bahwa dirinya masih produktif dengan torehan tiga gol di turnamen ini. "Saya tidak bermain buruk, kan?" ledeknya saat ditanya soal performa. Ia mengaku tidak terbebani kewajiban menang. "Apa yang akan terjadi, terjadilah. Anda harus menikmati hari demi hari."
Portugal akan menghadapi Spanyol dalam laga knockout yang menentukan. Jika kalah, karier internasional Ronaldo resmi berakhir. "Semoga besok bukan hari terakhir. Dan setelah itu, kalian bisa membunuh saya sedikit lagi," pungkasnya.