SUKOHARJO — Petani di Desa Bendosari, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, berbondong-bondong memperkuat Bendung Cendono menggunakan ratusan karung pasir. Mereka khawatir sawah seluas puluhan hektare gagal panen jika pasokan air irigasi terus menipis dalam beberapa pekan ke depan.
Karung Pasir Jadi Solusi Darurat Petani
Bendung Cendono yang selama ini menjadi andalan irigasi mulai kehilangan fungsi normalnya. Debit air sungai yang masuk ke bendung terus menyusut, sehingga air tidak bisa naik ke saluran primer sawah.
"Kami terpaksa menaikkan tinggi bendung dengan karung pasir. Kalau tidak, air tidak sampai ke sawah," ujar Ketua Kelompok Tani setempat, Sumarno, saat ditemui di lokasi, Senin lalu.
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Ekstrem
Kondisi ini diperparah dengan prakiraan BMKG yang menyebut karakteristik musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih panjang. Cuaca juga diprediksi cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal, membuat ketersediaan air semakin terbatas.
Para petani di Bendosari mengaku sudah merasakan dampaknya sejak awal musim tanam kedua tahun ini. Beberapa saluran irigasi tersier bahkan mulai retak-retak karena kekeringan.
Gotong Royong Jadi Andalan Sebelum Bantuan Tiba
Aksi meninggikan bendung dengan karung pasir murni inisiatif warga. Mereka bergiliran mengisi karung dan menyusunnya di bibir bendung setinggi sekitar satu meter.
"Kami tidak bisa menunggu bantuan dari dinas. Sawah sudah menguning, kalau tidak segera diairi, padi bisa puso," kata Sumarno.
Pemerintah Desa Bendosari berencana mengajukan usulan perbaikan permanen Bendung Cendono ke Dinas PUPR Sukoharjo. Namun, proses penganggaran diperkirakan baru bisa direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Petani Berharap Embung Tambahan Segera Dibangun
Selain meninggikan bendung, petani juga mendesak pemerintah daerah membangun embung-embung baru di titik strategis. Mereka menilai embung bisa menjadi cadangan air saat kemarau panjang seperti yang diprediksi BMKG.
"Musim kemarau ke depan bakal lebih sulit. Kami butuh infrastruktur yang lebih kuat, bukan hanya karung pasir," pungkas Sumarno.