Pencarian

Menteri LH Jumhur Canangkan Gerakan Brebes ASRI, Tanam Mangrove di Pantura Jateng untuk Mitigasi Abrasi dan Perubahan Iklim

Sabtu, 04 Juli 2026 • 20:56:01 WIB
Menteri LH Jumhur Canangkan Gerakan Brebes ASRI, Tanam Mangrove di Pantura Jateng untuk Mitigasi Abrasi dan Perubahan Iklim
Menteri LH Jumhur menanam mangrove di Pantura Brebes sebagai upaya mitigasi abrasi dan perubahan iklim.

BREBES — Ancaman abrasi di pesisir utara Jawa Tengah tidak bisa ditunggu dengan proyek infrastruktur raksasa yang memakan waktu bertahun-tahun. Pemerintah memilih jalur cepat: memulihkan ekosistem mangrove yang empat kali lebih ampuh menyerap karbon dibanding hutan daratan.

Akar Masalah: 770.000 Hektare Mangrove Rusak di Indonesia

Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan dari total 3,4 juta hektare hutan mangrove nasional, sekitar 30 persen atau 770.000 hektare dalam kondisi rusak. Angka ini menjadi dasar urgensi program di Brebes, yang dinilai sebagai salah satu titik paling rentan di Jawa Tengah.

"Pelestarian ekosistem pesisir menjadi salah satu pilar penting dalam strategi penanggulangan operasi lingkungan nasional," ujar Jumhur seusai menanam bibit mangrove di kawasan Pantai Randusangan Indah (Parin), Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes.

Solusi Tandingan Giant Sea Wall yang Butuh Waktu Lama

Jumhur mengakui rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall tetap ada, namun prosesnya panjang. Penanaman mangrove menjadi solusi prioritas yang bisa langsung dieksekusi.

Selain abrasi, pemerintah tengah menggodok regulasi baru untuk mengatasi penurunan permukaan tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah masif. Regulasi itu akan mewajibkan penerapan konsep water farming di sektor perkantoran, hotel, dan pengguna air tanah skala besar.

"Penerapannya dilakukan melalui pembuatan lubang resapan biopori dan penanaman pohon agar air kembali meresap ke dalam tanah," jelas Jumhur.

Kampus dan Pemda Bersatu: Magari Segoro

Gerakan Brebes ASRI yang diluncurkan kali ini merupakan kolaborasi antara KLH, Pemkab Brebes, dan Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal. Rektor UHN Tegal Sudirman Said menyatakan kesiapan pihaknya mendukung program nasional maupun daerah.

"UHN berkomitmen menyukseskan program Kementerian Lingkungan Hidup untuk menanam pohon mangrove, sekaligus mendukung program kerja Gubernur Jawa Tengah yang dikenal dengan gerakan 'Magari Segoro' (memagari laut) melalui penanaman pohon mangrove," kata Sudirman.

Wakil Bupati Brebes Wurja mengapresiasi kunjungan Menteri LH ke wilayahnya. Menurutnya, kehadiran jajaran kementerian membawa dampak psikologis positif bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

"Terima kasih atas kehadiran beliau, Pak Menteri. Kehadiran beliau ini akan memberikan semangat kepada kita semua, dan semua masyarakat," ujar Wurja.

Mengapa Mangrove Jadi Senjata Utama?

Mangrove memiliki kemampuan menyerap emisi karbon empat kali lipat lebih besar dibandingkan jenis hutan lainnya. Fungsi ganda sebagai benteng alami penahan abrasi dan penyerap karbon inilah yang membuat KLH memprioritaskan program ini di kawasan Pantura yang rawan dampak perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan program penanaman mangrove ini dapat direplikasi secara masif di daerah lain untuk mengejar target penurunan emisi global, merespons kerentanan wilayah Jawa Tengah, khususnya Semarang dan kawasan Pantura lainnya.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks