Pencarian

Kesbangpol Semarang Kumpulkan Tokoh Agama dan Aparat, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial

Selasa, 30 Juni 2026 • 22:24:01 WIB
Kesbangpol Semarang Kumpulkan Tokoh Agama dan Aparat, Perkuat Deteksi Dini Konflik Sosial
Kesbangpol Semarang menggelar sarasehan lintas tokoh agama dan aparat untuk perkuat deteksi dini konflik sosial.

SEMARANG — Kesbangpol Kota Semarang menggelar Dialog Interaktif dan Sarasehan di Hotel Quest Prime Pemuda, Selasa (30/6/2026), sebagai upaya menyatukan persepsi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Forum ini menghadirkan perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), serta tim kewaspadaan dini dari kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah wilayah.

Mengapa Deteksi Dini Diperkuat Sekarang?

Kepala Kesbangpol Kota Semarang, R. Bambang Pramusinto, mengatakan percepatan alur informasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, setiap informasi kecil yang berkaitan dengan kehidupan beragama harus segera tertangani sebelum membesar.

"Kami ingin semua unsur yang memiliki fungsi deteksi dini bisa terkoneksi. Baik FKUB, FKDM, maupun Tim Kewaspadaan Dini dari kepolisian, kejaksaan, hingga pemerintah wilayah," kata Bambang.

Ia menegaskan, konflik berbasis agama menjadi salah satu ancaman paling dihindari karena dampaknya bisa berkepanjangan dan menguras energi pembangunan daerah. "Kalau konflik sudah terjadi, dampaknya besar. Bisa menguras energi, menimbulkan korban, dan menghambat pembangunan. Maka pencegahan harus menjadi prioritas," ujarnya.

Indeks Pancasila Kota Semarang Tembus 85, Tantangan Berada di Pemahaman Substansi

Dalam forum yang sama, Bambang memaparkan hasil survei terbaru yang menempatkan indeks aktualisasi Pancasila Kota Semarang di angka 85 — melampaui rata-rata nasional. Namun ia menilai capaian tersebut belum sepenuhnya ideal.

"Semangat gotong royong dan solidaritas warga masih sangat kuat. Tapi pemahaman substansi Pancasila harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya hidup dalam keberagaman," jelasnya.

Menurut Bambang, tantangan terbesar saat ini bukan pada perilaku sosial warga, melainkan pada pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Pancasila. Forum ini juga menjadi momentum untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut secara lebih konkret di tengah masyarakat.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Stabilitas Kota

Kesbangpol memandang, komunikasi yang erat antara tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi fondasi utama menjaga Semarang tetap kondusif. Forum sarasehan ini direncanakan berlangsung secara berkala untuk memastikan koordinasi tidak terputus.

Bambang optimistis, dengan sistem kewaspadaan dini yang terintegrasi, Semarang akan tetap menjadi kota yang harmonis dan mampu menjadi contoh toleransi di tingkat nasional. Menurutnya, menjaga kerukunan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks