SURAKARTA — Kekhawatiran warga terhadap ancaman Hantavirus mendapat respons langsung dari Dinas Kesehatan Kota Solo. Alih-alih memicu kepanikan, pihak dinas mendorong warga kembali ke praktik kebersihan dasar yang kerap terabaikan.
Penyakit yang menyerang saluran pernapasan itu bisa berakibat fatal. Penularan terjadi melalui kotoran, urine, atau air liur tikus. Namun, Dinkes Solo menegaskan risiko infeksi bisa ditekan drastis jika warga tahu cara membersihkan yang benar.
Mengapa Metode Pembersihan Basah Lebih Aman?
Teknik wet cleaning menjadi rekomendasi utama karena kotoran tikus yang kering mudah berubah menjadi partikel debu. Jika dibersihkan dengan sapu atau kemoceng kering, partikel tersebut bisa melayang di udara dan terhirup tanpa sengaja.
"Jangan menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering. Itu bisa membuat virus ikut terbang dan masuk ke saluran napas," demikian imbauan Dinas Kesehatan Kota Solo dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.
Sebaliknya, warga diminta menyemprotkan disinfektan atau air terlebih dahulu ke area yang terkontaminasi. Setelah lembap, baru dibersihkan menggunakan kain atau tisu basah.
Langkah Praktis Membersihkan Bekas Tikus di Rumah
Dinkes Solo membagikan panduan sederhana yang bisa dilakukan warga. Pertama, buka jendela dan pintu selama 30 menit sebelum membersihkan agar sirkulasi udara lancar. Kedua, semprot area kotoran dengan disinfektan hingga benar-benar basah.
Gunakan sarung tangan karet dan masker untuk mengambil kotoran dengan tisu basah. Masukkan semua kotoran ke dalam kantong plastik tertutup rapat sebelum dibuang. Terakhir, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
Pola Hidup Bersih Jadi Kunci Utama
Selain teknik pembersihan, Dinkes Solo mengingatkan bahwa pencegahan Hantavirus tidak bisa lepas dari kebiasaan sehari-hari. Menutup makanan, menjaga rumah dari celah tikus masuk, dan membuang sampah secara rutin disebut sebagai langkah fundamental.
Hingga saat ini, belum ada laporan kasus Hantavirus di wilayah Solo. Meski begitu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di permukiman padat yang rawan menjadi sarang tikus.