BMKG Catat Gempa M3,5 Guncang Bogor Dini Hari, Getaran Terasa hingga Cicurug dan Pamijahan

Penulis: Deni Kurniawan  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 12:51:31 WIB
Getaran gempa magnitudo 3,5 dirasakan warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor pada dini hari.

JAWA TENGAH — Episenter gempa terletak pada koordinat 6,71 Lintang Selatan dan 106,70 Bujur Timur. Kedalaman hiposenter yang hanya 10 kilometer membuat getaran terasa cukup jelas meski magnitudonya relatif kecil. BMKG langsung merilis informasi ini melalui kanal resmi dan memperbarui data di aplikasi daring mereka.

Intensitas Guncangan di Tujuh Kecamatan

Skala intensitas III MMI tercatat di Pamijahan, Leuwiliang, Ciomas, Cigombong, dan Cijeruk. Pada level ini, getaran terasa nyata di dalam rumah dan warga merasakan sensasi seperti ada truk besar yang melintas di dekat mereka.

Sementara itu, wilayah Cicurug dan sekitarnya mencatat intensitas II hingga III MMI. Getaran pada skala ini umumnya dirasakan oleh sebagian orang, terutama mereka yang sedang beristirahat atau dalam posisi diam. Tidak ada laporan awal mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian ini.

Peringatan Dini Potensi Gempa Susulan

Kepala pusat data BMKG melalui rilis resminya mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. "Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," demikian bunyi peringatan resmi yang dikeluarkan pihak BMKG.

Warga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga mengimbau agar masyarakat memeriksa kondisi bangunan tempat tinggalnya dan memastikan tidak ada retakan struktural yang membahayakan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.

Rangkaian Aktivitas Seismik di Akhir Pekan

Kejadian ini muncul sehari setelah gempa berkekuatan lebih besar, M5,8, mengguncang kawasan Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Dua peristiwa tektonik yang terjadi beruntun ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang rawan aktivitas seismik.

BMKG mencatat bahwa gempa Bogor kali ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di daratan. Lokasi episenter yang berada di zona daratan membuat getarannya lebih terasa dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa yang terjadi di lautan.

Masyarakat di kawasan Jawa Barat bagian selatan diimbau untuk memahami jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat dari tempat tinggal masing-masing. Kesiapsiagaan struktural dan non-struktural tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana geologi yang tidak bisa diprediksi secara presisi.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: sumeks.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top