JAWA TENGAH — Gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 menjadi ajang bagi Suzuki untuk menegaskan posisinya di segmen kendaraan ramah lingkungan. Deputy 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, mengungkapkan data penjualan yang menunjukkan pergeseran signifikan perilaku konsumen di pasar otomotif nasional.
"Berdasarkan data Gaikindo, enam dari sepuluh pembeli mobil penumpang Suzuki kini memilih varian hybrid. Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat dapat menikmati efisiensi bahan bakar yang lebih baik sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon melalui kendaraan yang digunakan sehari-hari," kata Dony di GIIAS 2026, Selasa.
Berbeda dengan sistem full hybrid yang mampu melaju murni dengan tenaga listrik, teknologi SHVS pada Grand Vitara bekerja sebagai asisten. Sistem ini memadukan mesin bensin K15C 1.500 cc dengan Integrated Starter Generator (ISG) dan baterai lithium-ion untuk membantu akselerasi serta memulihkan energi saat deselerasi atau pengereman.
Energi yang dipulihkan tersebut disimpan kembali ke baterai dan digunakan untuk membantu kinerja mesin pada kondisi tertentu. Hasilnya, konsumsi bahan bakar lebih irit dan emisi gas buang lebih rendah. Sistem ini bekerja otomatis tanpa perlu pengisian daya eksternal, menjadikannya transisi yang mulus bagi pemilik mobil konvensional.
Soal performa, mesin K15C ini mampu menyemburkan tenaga 130,6 PS dan torsi puncak 136,8 Nm. Angka ini menjanjikan respons mesin yang cukup untuk penggunaan harian di perkotaan maupun jalan tol.
Grand Vitara tidak hanya mengandalkan teknologi hibridanya. SUV lima penumpang ini juga dibekali fitur keselamatan yang cukup lengkap untuk kelasnya. Perlindungan penumpang ditopang enam kantung udara, Electronic Stability Program (ESP), dan Hill Hold Control yang membantu saat tanjakan.
Dari sisi kenyamanan, tersedia kamera 360 derajat untuk memudahkan manuver parkir serta layar hiburan dengan konektivitas telepon pintar. Perpaduan ini menjadikan Grand Vitara sebagai tawaran menarik bagi keluarga muda yang menginginkan efisiensi tanpa mengorbankan fitur.
Kehadiran model hybrid di GIIAS 2026 ini menegaskan bahwa elektrifikasi tidak selalu harus berupa mobil listrik murni. Sistem hybrid seperti SHVS menawarkan jalan tengah yang lebih praktis, terutama bagi konsumen yang belum siap dengan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.