BLORA — Usaha ternak bebek petelur yang dijalankan BUMDes Dargo Mulya di Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam waktu relatif singkat. Setelah delapan bulan beroperasi, badan usaha milik desa ini berhasil mengumpulkan laba bersih jutaan rupiah dan tengah memperluas kapasitas produksinya.
Ketua BUMDes Dargo Mulya, Abdul Ghoni, mengungkapkan total keuntungan bersih yang terkumpul hingga triwulan kedua mencapai Rp 6,5 juta. Capaian tersebut merupakan akumulasi dari laba triwulan pertama sebesar Rp 2,5 juta yang kemudian meningkat menjadi Rp 4 juta pada triwulan kedua.
Perolehan laba tersebut dinilai cukup menjanjikan untuk skala usaha yang baru berjalan. Abdul Ghoni menjelaskan angka itu merupakan hasil bersih setelah seluruh biaya operasional dikurangi, mencakup pakan ternak, perawatan, serta upah penjaga kandang.
“Pada triwulan pertama kami memperoleh keuntungan sekitar Rp 2,5 juta. Memasuki triwulan kedua, keuntungan meningkat menjadi Rp 4 juta, sehingga total keuntungan yang telah terkumpul mencapai Rp 6,5 juta,” kata Ghoni.
Seiring meningkatnya permintaan pasar, jumlah ternak sengaja ditambah dari semula 300 ekor menjadi 600 ekor. Perluasan kandang juga dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi tersebut.
Pemerintah Desa Gondang menyatakan komitmennya mendukung pengembangan usaha yang dikelola BUMDes. Perangkat Desa Gondang, Joko Slamet, menilai keberadaan unit usaha ini diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa sekaligus memberi dampak langsung bagi warga.
“Keberadaan BUMDes ini, harapannya mampu meningkatkan perekonomian desa sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui penyediaan telur bebek hasil produksi lokal,” ungkapnya.
Produksi telur bebek yang dihasilkan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Dengan begitu, hasil usaha tidak hanya menjadi sumber pendapatan asli desa, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan protein hewani bagi warga sekitar.
Aspek lingkungan turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan usaha ini. Lokasi kandang sengaja dibangun jauh dari permukiman penduduk agar aktivitas peternakan tidak menimbulkan gangguan, baik dari bau maupun limbah yang dihasilkan.
Pemerintah desa berharap usaha ternak bebek petelur tersebut dapat terus berkembang dan menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif di Kabupaten Blora. Ke depan, peningkatan skala usaha dinilai berpotensi memperbesar kontribusi terhadap pendapatan asli desa.