JAWA TENGAH — Langkah ini menjadi sinyal bahwa persaingan bisnis katering industri dan layanan pangan terpadu kian ketat. Direktur Utama Umara Group R. Chandra menegaskan bahwa inovasi rasa menjadi kunci diferensiasi di tengah gempuran pemain kuliner modern.
"Makanan khas Indonesia itu sangat melimpah, variatif, dan memiliki cita rasa yang tinggi. Bagi kami yang memiliki passion di dunia food and beverage (F&B), inovasi adalah kunci dalam mengolah serta mengembangkan cita rasa pada setiap makanan yang kami suguhkan," ujar Chandra dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Roemah Umara yang diresmikan bukanlah gerai biasa. Gedung tiga lantai tersebut dirancang sebagai ruang pamer kemampuan perusahaan di hadapan calon klien korporat. Di dalamnya terdapat restoran keluarga yang menyajikan kuliner Nusantara serta ballroom berkapasitas besar yang dapat disewa untuk acara pertemuan dan kegiatan bisnis.
Fasilitas ini menjadi etalase bagi Umara Group untuk meyakinkan calon mitra dari sektor tambang dan migas mengenai kapasitas produksi dan standar higienitas mereka. Sektor pertambangan selama ini dikenal sebagai pengguna jasa katering dengan volume besar dan kontrak jangka panjang, menjadikannya pasar yang menggiurkan bagi penyedia jasa boga.
Ekspansi Umara Group tidak berhenti di Bintaro. Perusahaan berencana membuka jaringan restoran baru di titik-titik strategis Jakarta. Yang lebih menarik, mereka tengah mengembangkan produk makanan siap saji berteknologi retort—teknik pengawetan makanan dalam kemasan yang mampu bertahan lama tanpa pengawet berlebih—untuk memenuhi kebutuhan logistik pangan yang praktis.
Produk semacam ini dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan operasional di lokasi terpencil seperti site tambang atau kebutuhan katering penerbangan. Strategi ini juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan di segmen business to business (B2B), business to government (B2G), dan business to consumer (B2C).
Segmen penyediaan makanan bagi jemaah haji dan umrah di Arab Saudi menjadi sorotan utama. Kebutuhan ini bersifat musiman namun volumenya sangat besar, melibatkan rantai pasok yang kompleks dari dapur produksi di Indonesia hingga distribusi di Tanah Suci.
Dengan pengalaman melayani industri dan pengembangan produk tahan lama, Umara Group mencoba membangun posisi di rantai pasok pangan internasional. Ini merupakan lompatan dari sekadar bisnis restoran lokal menjadi pemain rantai pasok global, sebuah langkah yang jarang dilakukan pelaku usaha F&B skala menengah di Indonesia.
Peresmian Roemah Umara di Bintaro menjadi fondasi awal dari ambisi besar tersebut. Keberhasilan mereka mengamankan kontrak di sektor tambang dan haji akan menentukan apakah Umara Group mampu bersaing dengan pemain katering industri besar yang sudah mapan lebih dulu.