UNGARAN — Peristiwa tenggelamnya mahasiswa berinisial MYN (19) menggemparkan warga sekitar aliran Sungai Senjoyo, Senin (3/8/2026). Korban yang diketahui mondok di Salatiga itu ditemukan meninggal dunia saat proses evakuasi dilakukan oleh petugas PMI Kota Salatiga, TNI, dan Polri.
Kesaksian Anis (35), seorang warga Suruh, Kabupaten Semarang, menyebut korban sempat mencoba menepi setelah berenang bersama teman-temannya. Namun, derasnya arus mata air Kalimojo membuat korban kehilangan tenaga dan akhirnya tenggelam.
"Korban berenang bersama teman-temannya, sepertinya kelelahan karena aliran air Kalimojo sangat deras. Saat berupaya menepi, korban tenggelam," ungkap Anis.
Tim gabungan berjibaku menarik tubuh korban dari derasnya air Kalimojo sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Jenazah korban kemudian dilarikan ke RSUD dr Soebarkat Salatiga untuk penanganan lebih lanjut.
Usai proses evakuasi, lokasi tempat tenggelamnya korban langsung dipasang garis polisi oleh aparat setempat.
Peristiwa serupa ternyata pernah terjadi di lokasi yang sama. Sekitar lima bulan lalu, seorang bocah tingkat SMP juga ditemukan tewas tenggelam di Pintu Air Kalimojo Tengaran.
Hanis, warga lainnya, menyayangkan kejadian berulang ini dan berharap aparat setempat segera memasang rambu peringatan larangan berenang di lokasi tersebut.
"Dengan dua kehadiran ini, mungkin aparat setempat memasang rambu untuk tidak berenang di tempat itu," ungkap Hanis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah desa setempat mengenai langkah pengamanan lanjutan di kawasan mata air Kalimojo.