KKN UIN Walisongo di Kendal Bantu UMKM Ceriping Rejosari Urus NIB hingga Sertifikasi Halal

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 23:06:02 WIB

KENDAL — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, selama lima tahun terakhir berjalan tanpa dilengkapi Nomor Induk Berusaha (NIB). Kondisi itu membuat produk olahan singkong, talas, dan pisang milik warga bernama Dhofa ini hanya mampu dipasarkan di lingkup terbatas.

"Usaha ini belum memiliki NIB, sehingga belum bisa memasarkan produk ke toko-toko besar. Saat ini pemasarannya masih terbatas," ujar Dhofa.

Persoalan tidak berhenti di situ. Produk ceriping tersebut juga belum mengantongi sertifikasi halal dan izin edar. Lokasi usaha pun belum terdaftar di layanan Google Maps, sehingga jangkauan konsumen yang bisa menjangkaunya sangat minim.

Mahasiswa Terjun Langsung ke Lini Produksi

Alih-alih hanya memberikan penyuluhan dari balik meja, para mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 205 memilih ikut membaur dalam proses produksi. Mereka terlibat sejak pengolahan bahan baku, penggorengan, pengemasan, hingga mempelajari strategi pemasaran yang selama ini dipakai.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (25/7/2026) itu menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai praktik kewirausahaan berbasis potensi desa. Hasil observasi di lapangan menunjukkan, proses produksi masih dilakukan secara manual dan belum memiliki tenaga kerja tetap.

Empat Program Pendampingan yang Disiapkan

Menindaklanjuti temuan tersebut, mahasiswa menyiapkan sejumlah program pendampingan terukur. Fokus utamanya adalah membenahi aspek legalitas dan visibilitas usaha agar produk bisa menembus pasar yang lebih luas.

  • Pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar produk bisa masuk ke toko-toko besar dan distributor.
  • Pendampingan proses sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Pengurusan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps agar mudah ditemukan calon pembeli, termasuk yang mengandalkan navigasi digital.

Target: Meningkatkan Daya Saing UMKM Lokal

Melalui pendampingan ini, mahasiswa berharap UMKM ceriping Desa Rejosari tidak lagi berjalan di tempat. Legalitas yang lengkap dan kehadiran di platform digital dinilai mampu mendongkrak nilai jual produk sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih modern.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan UMKM sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan begitu, roda perekonomian masyarakat setempat diharapkan ikut berputar lebih kencang.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top