JAWA TENGAH — Musim MotoGP 2026 belum genap berjalan seperempat musim, tetapi peta persaingan gelar mulai terbentuk. Jorge Martin memuncaki klasemen sementara, namun Aleix Espargaro menolak menyebut pebalap Aprilia itu sebagai favorit tunggal. Baginya, Marc Marquez tetap garda terdepan yang harus diwaspadai.
"Meski dengan segala situasi yang ada, dia masih sangat dekat dengan puncak klasemen. Bagi saya, rival utama Jorge dalam perebutan gelar juara tetap Marc," kata Espargaro dalam sebuah acara, seperti dikutip Motosan.
Espargaro tidak berhenti pada dua nama besar. Ia memasukkan Ai Ogura ke dalam daftar calon juara, sebuah sinyal bahwa pebalap Jepang itu kini diperhitungkan serius di kelas premier.
"Kalau saya harus menambahkan satu nama lagi, saya akan memilih Ogura. Saya yakin mereka adalah pebalap yang benar-benar bisa bersaing memperebutkan gelar juara," ujarnya.
Konsistensi Ogura di paruh awal musim menjadi alasan utama. Ia mampu bersaing dengan pebalap-pebalap pabrikan meski tidak mengendarai motor dengan status pabrikan penuh.
Di luar prediksi juara, Espargaro memberikan kredit khusus kepada Martin. Ia menilai pebalap Spanyol itu punya peluang besar mempersembahkan gelar juara dunia pertama bagi Aprilia, sesuatu yang gagal ia wujudkan selama membela pabrikan Noale tersebut.
Pujian itu datang di tengah rencana Martin pindah ke Yamaha mulai 2027. Espargaro menilai keputusan tersebut berpotensi menjadi langkah tepat mengingat MotoGP akan memasuki era regulasi teknis baru. Yamaha, yang tengah membangun proyek jangka panjang, bisa menjadi panggung ideal bagi Martin untuk bersaing dengan motor yang sepenuhnya ia kendalikan.
Espargaro juga melontarkan pujian kepada Pedro Acosta. Menurutnya, pebalap muda asal Spanyol tersebut merupakan salah satu dari tiga pebalap paling bertalenta di grid MotoGP saat ini dan layak difavoritkan menjadi kandidat juara dunia musim depan.
Penilaian Espargaro ini menarik karena datang dari sosok yang pernah merasakan langsung bagaimana rasanya membangun tim dari nol. Ia memahami bahwa bakat mentah saja tidak cukup, tetapi Acosta memiliki kombinasi agresivitas dan kecerdasan balap yang langka.
Dengan persaingan yang masih panjang, prediksi Espargaro memberi gambaran bahwa MotoGP 2026 tidak akan berjalan linear. Martin memimpin sekarang, tetapi Marquez, Ogura, dan Acosta punya modal untuk mengubah arah kejuaraan kapan saja.