BLORA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengalihkan pertanyaan wartawan soal temuan penggunaan MinyaKita di SPPG Blora dengan pembahasan budidaya lele. Hal itu disampaikannya usai meninjau bantuan Bio Flok ke Koperasi Merah Putih di Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora, Jumat (31/7/2026).
"Sekarang ngomong lele dulu ya," ujarnya singkat saat dimintai konfirmasi terkait temuan tersebut.
Temuan penggunaan MinyaKita di SPPG Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora terungkap saat sidak gabungan dilakukan. Sidak ini digelar menyusul insiden keracunan yang menimpa 19 siswa SD dan mengharuskan mereka dilarikan ke Puskesmas Ngawen.
Dalam kesempatan yang sama, Zulhas justru memaparkan keterkaitan program MBG dengan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, kedua program ini dirancang untuk menekan angka stunting sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Zulhas menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk SPPG nantinya akan dipasok dari berbagai sumber lokal. "Nanti SPPG itu perlu ikan, perlu macem-macem itu disuplai oleh koperasi desa, disuplai oleh nelayan dan seterusnya," katanya.
Untuk Koperasi Merah Putih yang berada di pesisir, infrastruktur penyimpanan hasil laut telah disiapkan. Tujuannya agar nelayan tidak terjebak harga murah dari tengkulak. Sementara koperasi di wilayah darat mendapat bantuan usaha yang hasilnya turut mendukung program MBG.
"Kalau nggak laku dibeli oleh koperasi (Merah Putih), nanti koperasi suplai ke SPPG," jelasnya.
Melalui dua program ini, pemerintah berharap muncul pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa dengan memberdayakan masyarakat produktif. Zulhas menegaskan pendekatan bantuan langsung bukanlah cara yang tepat.
"Ngga cukup hanya, kamu susah ya, kasih 10 kilo, ngga begitu. Karena produktif itu kehormatan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Bogowanti maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terkait temuan penggunaan MinyaKita dan insiden keracunan yang menimpa puluhan siswa tersebut.