SEMARANG — Peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang berlangsung khidmat. Presiden Prabowo Subianto didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menekan tombol sirene sebagai tanda dimulainya operasional stasiun yang telah dipugar.
Pekerjaan revitalisasi tahap pertama telah rampung dalam 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Fokus pemugaran meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, aula utama, dan selasar. Selain itu, sistem drainase ditingkatkan untuk mengantisipasi genangan dan banjir rob yang kerap melanda kawasan tersebut.
Salah satu poin penting dalam proyek ini adalah pengembalian fasad stasiun sesuai rancangan aslinya. Proses pemugaran melibatkan tim ahli cagar budaya agar pelaksanaannya sesuai ketentuan pelestarian bangunan bersejarah.
Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Bangunan yang dirancang arsitek Belanda Sloth-Blauwboer itu telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan makna lebih dari stasiun ini. “Stasiun Tawang ini adalah heritage, di samping tempat transportasi kereta api,” ujarnya seusai peresmian.
Menurutnya, revitalisasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga sejarah sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang. Ia berharap stasiun ini bisa menjadi ikon kebanggaan warga Semarang dan Jawa Tengah.
Presiden Prabowo Subianto turut mengapresiasi langkah cepat PT KAI dalam merevitalisasi stasiun bersejarah itu. Ia menilai pemugaran yang dilakukan tetap mempertahankan karakter asli dan nilai sejarah bangunan.
“Revitalisasi stasiun-stasiun bersejarah merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan bangsa,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Setelah meresmikan revitalisasi, Gubernur Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang menggunakan KA Nusantara Explorer. Perjalanan ini sekaligus menjadi ajang promosi moda transportasi kereta api yang kini semakin terintegrasi dengan nilai sejarah dan pariwisata.
Dengan selesainya revitalisasi ini, Stasiun Semarang Tawang diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga destinasi wisata sejarah yang menarik bagi masyarakat luas.