SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Tengah, Rabu (29/7). Meski masih dalam periode musim kemarau, hujan ringan diperkirakan turun di sembilan daerah, khususnya di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
Prakirawan BMKG Agus Triyono menyebutkan, daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Temanggung, Kajen, Magelang, dan Pekalongan. "Hujan ringan ini sedikit mengurangi panas di tengah musim kemarau," ujarnya.
Selain potensi hujan, BMKG juga memperingatkan gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter yang masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Kawasan yang perlu diwaspadai antara lain Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Jepara, Karimunjawa, serta Pati-Rembang. Kondisi ini dinilai cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan tongkang saat kecepatan angin di atas 15 knot.
Di sisi lain, air laut pasang atau rob dengan ketinggian maksimum satu meter diprediksi terjadi pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB di perairan utara. Hal ini berpotensi memperluas dan meninggikan banjir di kawasan pesisir sejumlah daerah Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
Agus Triyono juga mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat banyaknya tanaman dan pohon kering yang mudah tersulut api. "Waspadai karhutla akibat banyak tanaman dan pohon kering dan mudah tersulut api dan potensi angin kencang di Jawa Tengah," kata Agus dalam keterangannya.
Berdasarkan pengamatan dinamika cuaca, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5 hingga 35 kilometer per jam. Suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 45 hingga 95 persen.
Mulai Minggu (26/7) dini hari, air laut pasang di Perairan Utara Jawa Tengah kembali naik. BMKG meminta warga pesisir untuk beradaptasi dengan kondisi ini dan tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.