BREBES — Sampah sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari sepuluh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Losari tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir. Forum Mitra Ketahanan Gizi (Formagi) Brebes mengolahnya menjadi maggot, yang kemudian dimanfaatkan sebagai pakan ternak lele. Langkah ini merupakan upaya konkret mengurangi volume sampah organik yang mencapai dua ton per hari.
Wakil Ketua Formagi Brebes, Untung Surodi, mengatakan bahwa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terintegrasi khusus sisa MBG di Losari dibangun untuk menekan jumlah sampah di Kabupaten Brebes.
"Adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Terintegrasi khusus sisa MBG bagi SPPG di Losari ini tidak lain sebagai upaya kami dalam mengurangi jumlah sampah di Kabupaten Brebes," ujarnya.
Budidaya maggot dimulai dengan 30 gram bibit yang ditempatkan di 16 biopon. Hasilnya, Formagi memanen 80 kilogram maggot. Kini kapasitas produksi telah ditingkatkan menjadi 120 biopon.
Setiap biopon berisi rata-rata 4 gram telur maggot dan mampu menghasilkan 5 kilogram maggot dengan siklus panen setiap 15 hari. Formagi bahkan sudah bisa melakukan pembibitan sendiri tanpa bergantung pada pemasok luar.
"Nah, sampah inilah yang menjadi bahan utama kita dalam budidaya maggot yang sudah berjalan ini. Jadi sampah ini nantinya dijadikan makanan untuk maggot," jelas Untung.
Setelah sukses dengan maggot, Formagi memanfaatkan lahan di sekitar lokasi budidaya untuk kolam ikan lele. Sebuah kolam berukuran 30 x 10 meter disiapkan dengan kapasitas 20.000 ekor lele.
Maggot yang dihasilkan akan menjadi pakan utama lele, sehingga menekan biaya pakan komersial. Tidak hanya lele, Formagi juga berencana mengembangkan ternak bebek dengan pakan berbasis maggot.
"Memang selain ternak lele kami juga berencana ternak bebek. Dengan konsumsi pakan ternak ini memanfaatkan maggot yang telah dihasilkan di budidaya yang sudah ada," tambah Untung.
Sebelumnya, Ketua Formagi Brebes wilayah Losari, Muhaemin, mengungkapkan bahwa total 10 SPPG di Kecamatan Losari menghasilkan dua ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, 85 persen merupakan sampah organik yang layak diolah.
Dengan sistem pengolahan maggot dan ternak lele, Formagi berharap praktik zero waste bisa diterapkan di setiap dapur MBG. Sampah organik yang tadinya menjadi masalah kini berubah menjadi pakan bernilai ekonomi.
Inisiatif ini menjadi contoh pengelolaan limbah pangan program nasional di tingkat lokal. Formagi terus mendorong replikasi model serupa di SPPG lain di Brebes.