JAWA TENGAH — Tim asal Woking itu mengakui bahwa kecepatan dasar mobil mereka sebenarnya kompetitif, seperti yang terlihat sejak balapan di Silverstone. Namun, hasil di Belgia belum mencerminkan potensi penuh. Andrea Stella, Team Principal McLaren, menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan peningkatan untuk bagian kedua musim ini.
Kegagalan meraih podium di Belgia dipengaruhi faktor eksternal. Lando Norris kehilangan waktu akibat penalti, masalah pit stop, dan momentum Safety Car yang tidak menguntungkan. Sementara Oscar Piastri mengalami kerusakan lantai mobil setelah kontak dengan Charles Leclerc, yang membuatnya kehilangan 0,2 hingga 0,3 detik per lap.
Kerusakan itu mempercepat degradasi ban di paruh kedua setiap stint. Meski begitu, Stella melihat potensi besar dari mobil MCL39. "Kami tahu harus meningkatkan pengereman dan kemampuan menikung untuk menantang lawan utama di trek seperti Hongaria dan Belanda," ujarnya.
Paket upgrade akan diturunkan secara bertahap. Komponen baru dijadwalkan mulai mendarat pada GP Hongaria, kemudian berlanjut di GP Belanda dan seri-seri berikutnya. Tidak semuanya akan terselesaikan sekaligus, namun targetnya jelas: konsisten bertarung demi podium dan akhirnya meraih kemenangan.
Selain sektor aerodinamika dan sasis, McLaren juga terus bekerja sama dengan High Performance Powertrains (HPP) untuk memaksimalkan potensi unit daya Mercedes. Langkah agresif ini menjadi harga mati agar McLaren bisa bertarung di barisan depan, terutama di sirkuit yang diprediksi akan dikuasai rival utama.
Pihak manajemen mengakui bahwa Hongaria dan Belanda akan menjadi seri krusial. Kedua sirkuit ini dinilai sangat menuntut kemampuan pengereman dan cornering yang sempurna. Tanpa suntikan komponen baru, McLaren akan kesulitan menyaingi lawan utama mereka.
"Tujuan kami jelas, ingin secara konsisten bertarung demi podium dan, pada akhirnya, kemenangan," tambah Stella. Dengan peta jalan pengembangan yang jelas, McLaren kini siap menantang dominasi papan atas di fase penentu kejuaraan dunia.