Ribuan Jamaah dari 7 Daerah Hadiri Haul Sunan Abinawa di Kendal, Tradisi Anggi dan Sema’an Al-Qur’an Jadi Iringan

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34:01 WIB
Ribuan jamaah dari tujuh daerah mengikuti tradisi Anggi dan sema’an Al-Qur’an dalam Haul Sunan Abinawa di Kendal.

KENDAL — Tradisi haul yang diwariskan sejak ratusan tahun silam ini bukan sekadar agenda rutin. Ketua Panitia Haul, Imam Syukri, menyebut rangkaian kegiatan sudah dimulai sejak Selasa dengan sema’an Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an oleh santri dari Kajen, Pati, pada Rabu (15/7/2026).

Malam harinya, ribuan jamaah menggelar istighosah dan tahlil bersama di kompleks makam Sunan Abinawa. Tradisi njamasi atau mustaka masjid turut dilakukan sebagai bagian dari ritual yang disakralkan warga setempat.

Tradisi Anggi: Filosofi Berbagi Sebelum Beribadah

Salah satu tradisi khas yang selalu dinanti adalah pembagian anggi, yakni sedekah makanan kepada para jamaah. Imam Syukri menjelaskan, tradisi ini memiliki filosofi berbagi rezeki dan meneladani kisah Sunan Abinawa yang lebih dahulu mempersilahkan para santri makan sebelum beribadah.

“Tradisi ini sudah diwariskan secara turun-temurun, menjadi pengingat bahwa berbagi adalah bagian dari ibadah,” ujar Imam Syukri saat ditemui di sela acara.

Jamaah dari 7 Daerah, dari Kudus hingga Cirebon

Haul Sunan Abinawa dihadiri jamaah dari berbagai daerah, seperti Kudus, Jepara, Rembang, Batang, Temanggung, Banyumas, hingga Cirebon. Kehadiran para peziarah setiap tahun menjadi bukti besarnya penghormatan masyarakat terhadap tokoh penyebar Islam tersebut.

Pengajian umum yang digelar Kamis pagi menghadirkan KH. Abdul Qoyyum Mansur sebagai penceramah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh para tokoh agama setempat.

Camat Pegandon: Bukan Sekadar Agenda Rutin

Camat Pegandon, Junaedi, mengapresiasi terselenggaranya pengajian haul yang dinilai bukan sekadar agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana melestarikan sejarah dan menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada masyarakat.

“Sunan Abinawa merupakan sosok penting yang berjasa membuka wilayah sekaligus mendirikan Desa Pekuncen serta menyebarkan ajaran Islam di daerah ini,” ujar Junaedi.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan, serta mempertahankan semangat gotong royong demi mewujudkan Desa Pekuncen yang aman, maju, dan sejahtera.

Harapan Warga: Tradisi Terus Lestari

Sekretaris Desa Pekuncen, Siti Rokhayati, berharap tradisi Haul Sunan Abinawa dapat terus dilestarikan oleh seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Pekuncen. “Ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga,” pungkasnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: lingkartv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top