JAWA TENGAH — Banderol Toyota Calya bekas untuk tahun produksi 2020 dan 2021 masih bertengger di angka yang ramah kantong. Data pasar per awal Juli 2026 menunjukkan harga unit bekas model ini dimulai dari Rp 100 jutaan, menjadikannya salah satu MPV LCGC paling terjangkau di segmennya.
Calya generasi ini mengandalkan mesin 1.197 cc berkode 3NR-VE. Jantung mekanis 4-silinder segaris DOHC dengan teknologi Dual VVT-i ini menghasilkan tenaga 88 dk dan torsi puncak 108 Nm.
Angka tersebut memang tidak istimewa, tapi cukup untuk kebutuhan harian keluarga. Efisiensi jadi nilai jual utama. Di dalam kota, konsumsi BBM rata-rata tercatat 13,9–17 km/liter. Saat melaju di luar kota atau tol dengan kecepatan konstan, efisiensinya bisa tembus 19,2–21,4 km/liter.
Calya tersedia dalam dua pilihan transmisi: manual 5-percepatan dan matik konvensional 4-percepatan. Untuk varian matik, perawatannya terbilang sederhana. Cukup ganti oli transmisi secara konvensional saja, tidak perlu melakukan flushing atau kuras total seperti transmisi CVT modern.
Soal servis mesin, interval penggantian oli disarankan setiap 30.000 kilometer, dengan batas maksimal 40.000 kilometer. Ini lebih panjang dari rata-rata mobil lain yang umumnya 10.000 kilometer, sehingga biaya perawatan tahunan bisa ditekan.
Dibandingkan kompetitor sekelasnya, Calya menawarkan kabin 7-penumpang dengan konfigurasi baris ketiga yang cukup lega untuk ukuran LCGC. Biaya kepemilikan yang rendah, ditambah konsumsi BBM irit, membuatnya cocok untuk pembeli pertama yang baru memiliki mobil keluarga.
Harga Rp 100 jutaan untuk unit 2020-2021 juga menjadi entry point yang lebih masuk akal ketimbang membeli Calya baru yang harganya sudah melampaui Rp 200 juta. Bagi yang mencari mobil kedua untuk operasional harian atau usaha kecil, opsi bekas ini patut dipertimbangkan.