Sanksi FIFA untuk Jarell Quansah Bikin Inggris Geram, Tuchel Sindir Intervensi Donald Trump

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 01:49:31 WIB
Jarell Quansah menerima sanksi dua pertandingan dari FIFA setelah kartu merah di laga Inggris vs Meksiko.

JAWA TENGAH — FIFA mengumumkan sanksi tambahan untuk Jarell Quansah pada Kamis (6/7/2026) waktu setempat. Bek Liverpool itu dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Jesus Gallardo pada babak kedua kemenangan Inggris 3-2 di Azteca, yang berujung kartu merah langsung.

Hukuman Tambahan di Tengah Ketimpangan Regulasi

Aturan standar Piala Dunia memang otomatis memberikan skorsing satu laga untuk pemain yang diganjar kartu merah. Namun, FIFA memutuskan untuk memperpanjang hukuman Quansah menjadi dua pertandingan setelah menilai tekelnya sebagai "serious foul play."

Konsekuensinya, Quansah dipastikan absen di laga perempat final melawan Norwegia. Jika Inggris lolos, ia juga tak akan tampil di semifinal kontra Argentina atau Swiss di Miami.

Keputusan ini kontras dengan intervensi Presiden AS Donald Trump beberapa hari sebelumnya. Trump menelepon Ketua FIFA Gianni Infantino untuk membela striker Folarin Balogun, yang akhirnya mendapat keringanan hukuman melalui klausul yang belum pernah digunakan sebelumnya di Piala Dunia.

Tuchel Sindir "White House"

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia secara sinis menyinggung soal kemungkinan menghubungi Gedung Putih untuk menyelamatkan pemainnya.

"Saya bercanda apakah saya harus menelepon White House untuk menyelamatkan Jarell," ujar Tuchel dikutip dari cuitan resmi timnas Inggris.

Tuchel mempertanyakan integritas proses disiplin Piala Dunia yang dinilainya tidak konsisten. Intervensi politik Trump terhadap kasus Balogun mendapat kecaman luas dari UEFA dan Federasi Belgia, namun faktanya hal itu membuka celah bagi tim lain untuk mengajukan banding serupa.

FA Pertimbangkan Banding

Berdasarkan berbagai laporan, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tengah mempertimbangkan langkah banding atas kartu merah Quansah. Mereka berharap bisa meniru keberhasilan AS dalam meringankan sanksi, meskipun peluangnya dinilai kecil mengingat FIFA sudah mengeluarkan pernyataan tegas.

Tanpa Quansah, Tuchel harus memutar otak merombak lini belakang Inggris di momen krusial turnamen. Laga melawan Norwegia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad The Three Lions.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top