SOLO — Tekad kuat untuk bangkit dari hasil imbang di laga pertama menjadi motor kebangkitan Timnas Indonesia U-17 kala menjamu Malaysia U-17. Pada pertandingan kedua ajang Garuda Championship Series 2026 yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Garuda Muda sukses memetik kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Kapten tim menjadi salah satu sosok yang paling vokal soal perubahan performa tim. Ia menilai bahwa mentalitas pantang menyerah menjadi pembeda utama antara laga pertama dan kedua.
Menurut sang kapten, keberhasilan mengalahkan Malaysia tidak lepas dari karakter kuat yang ditunjukkan seluruh pemain. "Kami semua sepakat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Instruksi pelatih dijalankan dengan disiplin, itu kuncinya," ujarnya dalam keterangan pers usai pertandingan.
Ia juga menyoroti pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit. "Di laga pertama kami lengah di beberapa momen. Kali ini kami bermain lebih rapat dan tidak memberi ruang bagi Malaysia," tambahnya.
Pada pertandingan pembuka, Timnas Indonesia U-17 harus puas berbagi angka dengan Malaysia U-17. Hasil tersebut menjadi tamparan keras bagi skuad Garuda Muda yang bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, evaluasi singkat yang dilakukan tim pelatih berhasil membalikkan keadaan hanya dalam hitungan hari.
Kemenangan ini tidak hanya memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga menjadi modal berharga bagi tim asuhan pelatih kepala untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di ajang bergengsi kelompok usia ini. Semangat kebangkitan yang ditunjukkan pemain muda Indonesia menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola nasional.
Garuda Championship Series 2026 sendiri menjadi ajang uji coba sekaligus persiapan Timnas U-17 menuju turnamen internasional yang lebih besar. Dengan satu kemenangan di tangan, tekanan kini berkurang dan kepercayaan diri tim dipastikan meningkat.