Pemkab Purbalingga Salurkan 80 Lulusan BLK ke Pabrik Garmen di Banyumas, Bekali Sertifikat BNSP

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 16:55:31 WIB
lulusan BLK Purbalingga resmi mulai bekerja di pabrik garmen Banyumas dengan sertifikat BNSP.

PURWOKERTO — Sebanyak 80 warga Purbalingga kini resmi terserap sebagai tenaga kerja industri garmen setelah menyelesaikan pelatihan berbasis kompetensi di BLK. Mereka akan langsung bekerja di PT Sansan Saudaratex Jaya 8 yang berlokasi di Kabupaten Banyumas.

Para lulusan tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat itu menjadi nilai tambah yang membedakan mereka dari pencari kerja pada umumnya.

Program 'Kepenak Ngodene' Tekan Angka Pengangguran

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Purbalingga, Mukodam, mengatakan program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mewujudkan visi "Kepenak Ngodene".

"Masyarakat tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya saat pemberangkatan lulusan di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Rabu.

Mukodam menambahkan, pemerintah daerah telah menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan agar lulusan pelatihan bisa langsung terserap ke dunia kerja. Keberhasilan para lulusan, menurut dia, akan memperkuat kepercayaan perusahaan untuk terus merekrut tenaga kerja asal Purbalingga.

TPT Purbalingga Turun, Pelatihan Tak Hanya Garmen

Program ini diyakini berkontribusi pada penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Purbalingga. Data terbaru menunjukkan TPT turun dari 4,96 persen pada 2024 menjadi 4,83 persen pada 2025.

Pelaksana Tugas Kepala BLK Purbalingga, Kusworo, menjelaskan bahwa sepanjang 2026 pelatihan kerja di BLK diikuti oleh 320 peserta. Pendanaannya bersumber dari APBD dan APBN.

"Program tersebut mencakup berbagai kejuruan yang dibutuhkan dunia usaha, mulai dari garmen, servis sepeda motor, tata rias, servis AC hingga pengelasan," ujar Kusworo.

Peserta: 'Mencari Kerja Sekarang Tidak Mudah'

Akbar, salah satu peserta asal Desa Kramat, Kecamatan Karangmoncol, mengaku bersyukur bisa langsung mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti pelatihan. Ia menyadari betapa ketatnya persaingan di pasar kerja saat ini.

"Alhamdulillah senang sekali bisa mendapatkan pekerjaan karena mencari kerja sekarang memang tidak mudah, jadi kesempatan ini sangat berarti bagi saya. Semoga bisa bekerja dengan baik dan terus berkembang," kata Akbar.

Mukodam berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan menunjukkan kompetensi, disiplin, serta etos kerja yang baik di tempat kerja masing-masing.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top