JAWA TENGAH — Proses kreatif itu berlangsung di tengah acara "Sabtu Bersama Ayah" yang dihadiri anak-anak dan orang tua. Toni mengerjakan sketsa Ragnar hampir bersamaan dengan aktivitas mewarnai yang diikuti para peserta cilik.
"Enggak gitu ingat berapa jam, tapi waktu tadi kira-kira anak-anak mulai itu saja, bersamaanlah. Kira-kira bareng dengan anak-anak tadi," ujar Toni kepada Bola.com.
Toni mengaku tidak menemui kendala berarti saat menggambar wajah pemain Timnas Indonesia tersebut. Sebelum mulai melukis, ia mempelajari wajah Ragnar melalui foto yang dicetak dalam ukuran kecil.
"Akhirnya saya print. Kecil saja karena memang kalau terlalu kecil di layar repot kalau diperbesar," jelasnya.
Pengalaman panjang dalam melukis potret menjadi modal utama. Namun, Toni menyebut faktor lain yang mempermudah pekerjaannya: karakter wajah Ragnar yang kuat dan ekspresif.
"Saya sudah sering, tapi memang kebetulan yang saya suka tadi sebelum makan saya sempat lihat fotonya, wah, ternyata enggak sulit. Karena pemain ini fotogenik banget, difoto bagus saja, sehingga buat saya lebih enak. Buat orang gambar, paling enak kalau yang digambar itu orangnya baik. Ketawanya enak ditangkap, karakternya kuat," terangnya.
Setelah sketsa rampung, karya seni tersebut rencananya langsung dipajang di Grey Art Gallery. Pengunjung dan Bobotoh yang datang ke lokasi bisa menikmati hasil goresan kuas Toni secara langsung.
Langkah Persib menghadirkan pelukis dalam sesi perkenalan pemain tergolong tak biasa. Klub mencoba mengemas momen pengumuman skuad anyar dengan pendekatan seni, berbeda dari seremoni standar yang biasanya hanya berfoto di lapangan atau ruang konferensi pers.