MAGELANG — Ribuan pasang kaki kembali membanjiri kawasan Candi Borobudur pada Minggu (5/7) pagi. Mereka ambil bagian dalam Rupiah Borobudur Playon 2026, event lari yang kini masuk dalam Calendar of Event Jawa Tengah. Antusiasme peserta melonjak dua kali lipat dibanding edisi perdana pada 2023 yang hanya diikuti 2.000 pelari.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan penyelenggaraan keempat ini membuktikan bahwa event olahraga bisa berdampak luas. “Kami berterima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Magelang atas dukungannya sehingga kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kalender event provinsi,” ujarnya.
Menurut Noor, Rupiah Borobudur Playon dirancang agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat. Bukan cuma soal berlari di destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan kepedulian sosial.
Puluhan stan UMKM binaan BI dan Pemprov Jateng memenuhi area kegiatan. Ribuan peserta dan wisatawan yang hadir menjadi pasar potensial bagi produk unggulan daerah. Bank Indonesia juga menggelar edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah serta literasi perlindungan konsumen dan pengendalian inflasi pangan.
Dalam upaya menekan inflasi, BI mengadakan operasi pasar yang menjual kebutuhan pokok seperti beras, bawang merah, dan cabai dengan harga terjangkau. Masyarakat juga diperkenalkan pada pangan alternatif seperti sorgum dan mocaf sebagai bagian dari diversifikasi konsumsi.
Seluruh dana pendaftaran yang mencapai lebih dari Rp600 juta tidak masuk ke kas penyelenggara. Dana itu akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. “Kami mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat di kawasan Borobudur melalui program pengelolaan sampah,” jelas Noor.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menilai event ini menjadi penggerak utama sport tourism di daerahnya. Menurutnya, peserta yang datang akan menginap, menikmati kuliner, berbelanja, hingga membeli produk UMKM. Dampak ekonominya langsung terasa oleh masyarakat sekitar.
Pemprov Jateng berencana memperbanyak agenda olahraga serupa, khususnya trail run, di destinasi unggulan seperti Dieng, Geopark Kebumen, kawasan Merapi-Merbabu, Muria, hingga Kebun Raya Baturraden. Selain mendongkrak pariwisata, event-event itu diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Bank Indonesia berencana terus mengembangkan Rupiah Borobudur Playon ke depan. Namun, penambahan kuota peserta akan tetap mempertimbangkan kapasitas lintasan serta aspek keselamatan dan kenyamanan pelari. “Kami tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi juga memastikan kualitas penyelenggaraan tetap terjaga sehingga pengalaman berlari di Borobudur tetap nyaman dan berkesan,” tegas Noor.