JAWA TENGAH — Jakarta - Nestor Lorenzo dan pasukannya sukses mengamankan satu tempat di fase gugur. Gol tunggal kemenangan sudah cukup untuk membawa Kolombia melaju mulus, sekaligus membuat mereka kini mengoleksi tiga clean sheet beruntun di Piala Dunia.
Sepanjang 90 menit, Kolombia benar-benar mendominasi permainan. Anak asuh Lorenzo melepaskan total 20 tembakan, dengan delapan di antaranya mengarah tepat ke gawang Ghana. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Masalah terbesar Los Cafeteros hanya terletak pada lini depan. Banyak peluang tercipta, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol. Meski begitu, konsistensi permainan mereka patut diacungi jempol. Tim berjuluk Los Cafeteros itu kini tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Kolombia untuk menghadapi Swiss di babak 16 besar. Duel kedua tim diperkirakan berlangsung sengit, mengingat keduanya tampil mengejutkan sepanjang turnamen. Jika mampu lolos, mereka berpeluang bertemu Argentina pada babak perempat final.
Namun, Lorenzo masih memiliki sedikit kendala. Penyerang Jhon Córdoba mengalami cedera, sementara James Rodriguez hanya bermain pada babak pertama karena kondisinya belum sepenuhnya fit. Meski begitu, performa tim secara keseluruhan membuat Kolombia tetap percaya diri.
Di sisi lain, Ghana harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kekecewaan. Tim asuhan Carlos Queiroz gagal mengulang penampilan disiplin seperti saat menahan Inggris tanpa gol. Mereka bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada pertandingan ini.
Ghana kalah dalam penguasaan permainan dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang laga. Ini menjadi akhir yang pahit bagi skuad The Black Stars yang sebelumnya sempat dianggap sebagai ancaman di grup.