SEMARANG — Sebanyak 1.645 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diterjunkan ke berbagai wilayah di Jawa Tengah untuk mendukung program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yakni Kecamatan Berdaya. Selama periode 20 Juni hingga 8 Agustus 2026, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 61 kecamatan pada 21 kabupaten/kota.
Program Kecamatan Berdaya lahir dari semangat membangun Jawa Tengah dimulai dari wilayah terdekat dengan masyarakat. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nadi Santoso, menekankan bahwa kecamatan memiliki posisi strategis sebagai simpul koordinasi pemerintahan, pelayanan publik, dan penggerak pembangunan di tingkat lokal.
“Kami meyakini kehadiran 1.645 mahasiswa KKN UGM akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Nadi saat pembekalan kepada peserta KKN UGM Periode II Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis (2/7/2026).
Para mahasiswa diminta memfokuskan pengabdian pada isu-isu strategis yang selaras dengan kebutuhan daerah. Nadi mendorong agar program kerja KKN menyentuh sektor riil seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, dan penurunan kemiskinan. Selain itu, pencegahan stunting dan digitalisasi pelayanan publik juga menjadi prioritas.
“Fokuskan pengabdian pada isu-isu strategis seperti penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, penurunan kemiskinan, pencegahan stunting, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tegas Nadi.
Pembangunan inklusif juga menjadi perhatian dalam program ini. Empat komponen utama yang diusung meliputi Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), perlindungan lansia dan penyandang disabilitas, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial, serta Sport Center. Mahasiswa diharapkan mampu menyelaraskan program kerja dengan potensi dan kebutuhan spesifik di masing-masing wilayah penugasan.
UGM bukan satu-satunya perguruan tinggi yang diajak bekerja sama. Saat ini, sejumlah kampus lain juga aktif berkolaborasi dengan Pemprov Jateng dalam implementasi program Kecamatan Berdaya. Di antaranya Udinus, Unika Soegijapranata, Unsoed, Undip, dan Polines.
Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Djarot Heru Santoso, menyambut baik sinergi ini. Ia berharap pembekalan dapat memberikan wawasan bagi mahasiswa agar mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di lapangan.
“Terima kasih atas kerja sama semuanya, dan kami berharap mudah-mudahan nanti bisa kita lanjutkan dalam kegiatan KKN UGM pada periode-periode selanjutnya,” pungkas Djarot.
Nadi juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan, etika, serta nama baik almamater dan pemerintah daerah selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.