Koper Berisi Rp 1,54 Miliar Milik Dokter di Batang Terendam Rob, BI Tegal Selamatkan Rp 1,51 Miliar

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 20:13:01 WIB
Tim BI Tegal berhasil menyelamatkan Rp 1,51 miliar uang rusak akibat rob milik seorang dokter di Batang.

TEGAL — Kecemasan Ida Murlija berubah menjadi lega setelah tim BI Tegal memeriksa lembar demi lembar uang miliknya yang basah akibat rob. Dari total Rp 1,54 miliar yang diajukan, sebanyak Rp 1,51 miliar dinyatakan memenuhi syarat penggantian dan langsung ditukar dengan uang rupiah baru.

Proses Penukaran: Cukup Daftar Online Lewat Aplikasi PINTAR

Ida datang ke kantor KPwBI Tegal bersama suami dan anaknya. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti selama proses pengajuan. "Kami merasa sangat terbantu dengan pelayanan penuh dari KPwBI Tegal. Proses pengajuannya ternyata mudah, cukup daftar online dulu lewat aplikasi PINTAR," ujarnya di sela pemeriksaan.

Syarat Ketat Penggantian Uang Rusak

Kepala KPwBI Tegal, Bimala, menjelaskan bahwa tidak semua uang rusak otomatis diganti. Ada regulasi ketat yang harus dipenuhi. "Penggantian hanya berlaku untuk uang rupiah asli. Kondisi fisiknya harus tersisa lebih dari dua pertiga (2/3) dari ukuran aslinya, ciri keasliannya masih dikenali, dan merupakan satu kesatuan utuh dari lembar yang sama," tegas Bimala.

Layanan Rutin Setiap Selasa dan Kamis, Gratis

Bimala memastikan layanan ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Masyarakat yang ingin menukarkan uang rusak hanya perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs resmi aplikasi PINTAR di pintar.bi.go.id. Layanan ini dibuka setiap Selasa dan Kamis.

Imbauan BI: Jangan Simpan Uang Tunai Besar di Rumah

Belajar dari kasus Ida, Bimala mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam koper atau lemari. Risiko bencana seperti banjir rob, kebakaran, hingga rayap mengintai. "Kami mendorong masyarakat memanfaatkan layanan perbankan agar dana mereka lebih aman dan terlindungi," tuturnya.

Bank Indonesia juga terus mengampanyekan era non-tunai. Masyarakat disarankan mengoptimalkan instrumen digital seperti transfer bank, uang elektronik, hingga QRIS untuk transaksi sehari-hari karena dinilai lebih cepat, aman, dan andal.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top