Pemadaman Listrik di Semarang Berlangsung Berhari-hari, Warga Keluhkan Tak Ada Peringatan dari PLN

Penulis: Andi Pratama  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 17:47:01 WIB
Pemadaman listrik berulang di Semarang menyebabkan gangguan operasional ritel modern dan aktivitas warga.

SEMARANG — Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang di Kota Semarang sejak pekan lalu hingga Kamis (18/6/2026) membuat warga di sejumlah titik pemukiman dan pusat bisnis menjerit. Pasokan listrik padam tanpa pemberitahuan sebelumnya, dengan durasi yang tak menentu.

Manager Komunikasi PLN UID Jawa Tengah, Prayudha Fasya Perdana, akhirnya buka suara. Ia mengakui adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.

“PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik,” ujar Prayudha dalam keterangan resmi tertulisnya kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2026).

Minimarket Lumpuh, Transaksi Kembali ke Tunai

Di wilayah Pleburan, pemadaman listrik melumpuhkan operasional salah satu ritel modern. Mesin kasir mati, pembeli yang tak membawa uang tunai terpaksa membatalkan belanja.

“Lumayan sering mati listrik minggu ini udah beberapa kali,” kata Asih, petugas kasir ritel modern yang berjaga saat ditemui di lokasi, Kamis sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Pembeli yang kebetulan membawa uang tunai harus menyalakan senter ponsel ke arah rak untuk memilih produk dalam kondisi gelap gulita.

PLN Terapkan Manajemen Beban Terbatas

Prayudha menjelaskan, pihaknya melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak di Jawa Tengah untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Tim teknis disebut tengah berjibaku melakukan perbaikan di ruang mesin pembangkit.

“Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Jawa Tengah serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal,” lanjutnya.

PLN berjanji akan menginformasikan perkembangan perbaikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Warga Berburu Lampu Darurat dan Power Bank

Keresahan massal mulai meluas. Warga kini berburu lampu darurat dan menyetok daya cadangan pada power bank untuk mengantisipasi pemadaman yang tak menentu.

Seorang karyawan swasta yang tinggal di kos kawasan Lampersari, Dinda (25), mengaku tersiksa akibat pemadaman selama tujuh jam pada Rabu (17/6/2026), sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

“Kalau satu kota mengalami blackout, orang yang bekerja secara digital mau kerja di mana? Kalau tempat-tempat yang biasa dipakai bekerja juga ikut mati listrik, tentu akan semakin sulit,” keluh Dinda.

Kelompok rentan seperti bayi dan lansia disebut paling menderita akibat udara panas tanpa pendingin ruangan selama listrik padam. PLN memastikan koordinasi dengan pemegang kebijakan dan instansi terkait terus dilakukan untuk menangani kendala kelistrikan akut ini.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top