JAWA TENGAH — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengebor 113 titik di tiga wilayah tambang sepanjang kuartal III-2026 dengan biaya eksplorasi gabungan mencapai Rp 42,86 miliar. Eksplorasi ini diarahkan untuk memperbaiki akurasi model geologi dan memverifikasi cadangan batu bara yang menopang operasi tambang ke depan.
Paragraf pembuka: Kegiatan pengeboran tersebar di Tanjung Enim Mining Site (TEMS), Ombilin Mining Site (OMS), dan Peranap Mining Site. Rincian ini disampaikan manajemen PTBA melalui keterbukaan informasi BEI, Rabu (8/10/2026). Selain pengeboran, rangkaian eksplorasi mencakup logging geofisika, pengambilan serta pengujian sampel batu bara dan batuan, hingga monitoring Top of Coal (ToC) dan Bottom of Coal (BoC).
Fokus Pengeboran di Tanjung Enim
Dari total titik yang dibor, 76 di antaranya berada di TEMS yang mencakup lima IUP: Air Laya, Muara Tiga Besar, Banko Barat, Banko Tengah A, dan Banko Tengah B. Total kedalaman pengeboran di wilayah ini mencapai 19.283 meter.
PTBA membagi pengeboran ke dalam dua tujuan. Pre-production drilling dipakai untuk meningkatkan akurasi model geologi di area rencana operasional tambang. Sementara infill drilling digunakan untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara yang sudah teridentifikasi.
Di OMS, laporan bagian narasi mencatat kedalaman pengeboran mencapai 2.647 meter.
Rincian Biaya per Pos
Biaya eksplorasi di TEMS selama kuartal III-2026 tercatat sekitar Rp 33,04 miliar secara unaudited. Angka tersebut mencakup pengeboran, pengujian sampel, monitoring front tambang, dan kegiatan pendukung lain.
Pengeboran menyerap porsi terbesar. PTBA melalui internal perusahaan dan PT Resources ID mengalokasikan Rp 23,58 miliar untuk aktivitas pengeboran, lalu Rp 8,02 miliar untuk pengambilan serta analisis sampel batu bara dan batuan. Monitoring ToC-BoC menyerap Rp 1,11 miliar, sedangkan kegiatan lain-lain sekitar Rp 0,32 miliar.
Bila seluruh rincian biaya di tiga mining site dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp 42,86 miliar. Laporan menyebut Rp 33,04 miliar sebagai jumlah biaya kegiatan eksplorasi pada bagian penjelasan awal yang merujuk pada kegiatan di TEMS.
Mengapa Eksplorasi Ini Penting
Langkah pengeboran bukan sekadar mencari batu bara baru. PTBA menyebut eksplorasi diarahkan untuk memperbaiki akurasi model geologi sekaligus memverifikasi sumber daya dan cadangan yang dapat menopang operasi tambang ke depan.
Bagi perusahaan tambang, akurasi model geologi menentukan seberapa tepat rencana produksi dan seberapa besar risiko operasional yang bisa ditekan. Verifikasi cadangan juga menjadi dasar bagi perhitungan umur tambang dan keputusan investasi jangka panjang.
Penutup: Dengan 113 titik bor yang tersebar di tiga wilayah tambang, PTBA menempatkan eksplorasi sebagai fondasi bisnis batu baranya. Angka Rp 42,86 miliar yang digelontorkan sepanjang Juli-September 2026 menunjukkan skala kerja yang tidak kecil, meski seluruh rincian biaya masih bersifat unaudited.