Pencarian

Marc White dan Fenomena Sepak Bola Non-Liga yang Kian Dicintai Fans

Rabu, 07 Oktober 2026 • 20:36:32 WIB
Marc White dan Fenomena Sepak Bola Non-Liga yang Kian Dicintai Fans
Marc White, pendiri sekaligus manajer Dorking Wanderers, memimpin klub non-liga Inggris tersebut sejak didirikan 26 tahun silam.

JAWA TENGAH — Dorking Wanderers mencatat lonjakan penonton hingga 134 persen dalam satu dekade terakhir, dari rata-rata 522 menjadi 1.221 orang per pertandingan di divisi National League South. Klub non-liga Inggris itu menjelma fenomena berkat dokumenter "Dorking Uncovered" di kanal YouTube Bunch of Amateurs yang menembus setengah miliar penayangan sepanjang 2025. Marc White, pendiri sekaligus manajer klub, menjadi wajah paling dikenal dari kebangkitan sepak bola akar rumput Inggris.

Marc White bukan nama yang muncul di daftar manajer Liga Primer. Pria 52 tahun itu memimpin Dorking Wanderers, klub yang ia dirikan bersama kawan-kawannya 26 tahun silam di pinggiran London, tepat di luar lingkar M25. Sepanjang perjalanan itu, Dorking promosi 12 kali dan hanya sekali terdegradasi, yakni dari National League pada 2024.

Status White sebagai manajer terlama di enam tingkat teratas sepak bola Inggris justru lahir dari hal yang tak biasa. Kamera mengikuti hampir setiap gerak-geriknya, termasuk umpatan di pinggir lapangan yang membuatnya kerap menjadi bahan perbincangan.

Dokumenter "Dorking Uncovered" Ubah Nasib Klub Kecil

Serial dokumenter "Dorking Uncovered" yang diproduksi Rich Phippen lewat kanal Bunch of Amateurs menjadi mesin penggerak popularitas Dorking. Tayangan itu merekam perjalanan klub dari sekadar kumpulan teman yang patungan lima pound untuk menyewa lapangan, hingga menembus National League South.

"Saya senang begitu banyak orang menonton, kami dapat setengah miliar penayangan pada 2025," kata White kepada BBC Sport.

White mengaku terlibat langsung dalam proses penyuntingan. Alasannya sederhana: tanpa campur tangan itu, ia yakin akan dihukum larangan tampil secara permanen.

"Saya terlibat dalam penyuntingan karena kalau tidak, saya mungkin akan dilarang terus-menerus. Saya mungkin akan jadi manajer pertama yang mendapat larangan seumur hidup," ujarnya.

Media Sosial Isi Kekosongan Liputan Media Lokal

Peran media sosial kini menjadi tulang punggung promosi sepak bola non-liga. Kemampuan surat kabar lokal meliput kompetisi ini tergerus keterbatasan sumber daya, sehingga klub mengambil alih sendiri tugas memperluas jangkauan lewat platform masing-masing.

Kalangan pelaku sepak bola menilai langkah itu memperkuat hubungan dengan komunitas sekaligus membuka peluang pemasaran dan iklan pertandingan. Sorotan gol, wawancara, hingga liputan mendalam seperti "Dorking Uncovered" turut mendorong kenaikan jumlah penonton.

Di divisi yang dihuni Dorking, rata-rata kehadiran penonton menyentuh 1.221 orang sepanjang musim 2024-25. Angka itu melonjak 134 persen dibanding rata-rata satu dekade sebelumnya.

White menilai mahalnya biaya menonton sepak bola tingkat atas, baik untuk membeli tiket maupun berlangganan televisi, mendorong semakin banyak orang beralih ke non-liga. Persoalannya, mereka harus tahu di mana mencarinya, dan di titik itulah media sosial berperan.

"Saya pikir banyak orang meremehkan betapa sedikitnya yang diketahui orang tentang klub sepak bola lokal mereka," kata White.

Ia menyoroti generasi yang tak lagi menyentuh koran, namun menonton Liga Primer tanpa tahu apa yang terjadi di jalan utama dekat rumah mereka. Di sana, harga bir lebih murah, biaya perjalanan lebih terjangkau, dan mereka mengenal lebih banyak orang.

"Bagi saya, kekuatan media sosial terutama adalah membawa klub ke pasar sasaran mereka sendiri dan juga membawa pasar sasaran ke klub. Itu semacam menghubungkan keduanya," ujarnya.

Streaming dan Efek Wrexham Perluas Jangkauan

Jalur lain pertumbuhan penonton datang dari dunia streaming. Aaron Hunt mengumpulkan ribuan pengikut lewat Twitch setelah sukses membawa klub lokalnya, Daisy Hill FC yang berbasis di Westhoughton, Bolton, di gim simulasi manajemen Football Manager.

Hunt kemudian diundang menjadi chairman klub North West Counties Football Counties. Stadion klub itu kini disponsori YouTuber AngryGinge dan berganti nama menjadi GingePower Stadium, setelah ia menyiarkan salah satu kunjungannya ke pertandingan kepada lebih dari satu juta orang.

Faktor Wrexham juga ikut berperan. Kisah Ryan Reynolds dan Rob Mac membawa klub Wales itu dari non-liga ke Championship menginspirasi banyak pihak. YouTuber KSI menjadi salah satu nama terbaru yang menanamkan modal di klub luar Football League, yakni Dagenham and Redbridge, tahun ini, sembari mengklaim mampu membawa mereka ke kasta teratas.

"Hanya lebih banyak mata, lebih banyak eksposur," kata White.

Ia menyebut sederet nama terkenal yang masuk ke sepak bola non-liga, tetapi menurutnya ada satu hal yang lebih baik dari nama terkenal, yakni nama terkenal yang terhubung dengan media sosial. KSI dinilainya kandidat sempurna untuk itu.

"Dan itu menguntungkan setiap klub di liga karena dia membawa perhatian ke produk ini. Itu bagus," ujarnya.

White mengaku sempat berbicara singkat dengan KSI saat Dorking melawan Dagenham. Baginya, pengalaman itu membuka mata bahwa sepak bola non-liga tak punya kemewahan.

Target Dorking: Dua Promosi Lagi Menuju Football League

Bagi White dan Dorking, mimpi terbesarnya adalah menembus Football League. Klub itu hanya butuh dua promosi lagi dan telah memulai musim ini dengan performa naik-turun.

Dorking rata-rata mencatat kehadiran sekitar 1.600 penonton di Meadowbank, markas mereka di Surrey.

"Kami pikir mencapai Football League akan membuat kami menjadi salah satu kesuksesan olahraga paling dikenal di dunia, kedengarannya gila, tapi kami benar-benar berpikir begitu," kata White.

Follow www.pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bbc.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks