KARANGANYAR — Final Piala Bupati Cup Semi Open Turnamen Bola Voli Karanganyar 2026 mempertemukan Byna Lestari dan Sonic di partai puncak. Byna Lestari tampil dominan dan mengunci gelar juara di hadapan penonton yang memadati Lapangan Bola Voli Red Legion Area.
Empat tim teratas mendapat hadiah total Rp 50 juta. Byna Lestari menerima Rp 22 juta, Sonic Rp 13 juta, Lereng Lawu Rp 9 juta, dan Red Legion Rp 6 juta.
Bupati Karanganyar Hadiri Final, Soroti Pembinaan Atlet Muda
Bupati Karanganyar Rober Christanto menyaksikan langsung laga final bersama Dandim 0727/Karanganyar Letkol Kav. Dhanang Prasetyo Kurniawan, perwakilan DPRD, dan sejumlah kepala BUMD. Kehadiran sejumlah pejabat daerah menandai perhatian pemerintah kabupaten terhadap cabang olahraga bola voli.
Rober menyebut turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan gelar. Menurutnya, kompetisi menjadi ruang memotivasi atlet sekaligus mencari bibit unggul dari Karanganyar.
"Ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet bola voli. Harapannya bisa melahirkan bibit-bibit unggul dan mencetak atlet nasional," kata Rober.
Harapan Turnamen Berlanjut Tiap Tahun
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap Piala Bupati Cup digelar berkelanjutan. Rober menilai kompetisi rutin penting untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, dan sportivitas para atlet.
"Yang paling penting adalah bagaimana kita terus menjaga semangat olahraga dan sportivitas. Dari kompetisi seperti ini, mudah-mudahan muncul atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Karanganyar semakin dikenal," ujarnya.
Peta Persaingan Empat Tim Teratas
Selain Byna Lestari sebagai juara, Sonic finis di posisi kedua. Lereng Lawu melengkapi podium di peringkat ketiga, sementara tuan rumah Red Legion harus puas di posisi keempat.
Komposisi hadiah bertingkat memberi insentif berbeda bagi tiap tim. Selisih Rp 9 juta antara juara dan runner-up menjadi salah satu daya tarik turnamen semi open ini.
Piala Bupati Cup 2026 menjadi salah satu agenda olahraga daerah yang mempertemukan tim lokal Karanganyar dan sekitarnya. Ajang ini juga menjadi tolok ukur pembinaan atlet voli di wilayah lereng Lawu menjelang kompetisi tingkat provinsi.