TEGAL — Ketiga sungai itu selama ini menjadi urat nadi pengendali banjir di Kota Bahari. Sedimentasi yang dibiarkan mengurangi daya tampung sungai, sehingga air berpotensi meluap saat hujan intensitas tinggi turun. Kondisi diperparah tanggul yang sudah rusak di beberapa titik.
Enny menegaskan kewaspadaan terhadap banjir harus menjadi perhatian serius pemerintah kota saat ini.
"Fraksi Partai Golongan Karya menyarankan agar Pemerintah Kota Tegal menaruh perhatian serius," kata Enny dalam rapat paripurna tersebut.
Warga Bantaran Sungai Paling Dirugikan
Jika pengerukan tidak segera dilakukan, warga yang tinggal di bantaran sungai menjadi pihak paling dirugikan. Kerugian materiel akibat banjir langganan dipastikan terus berulang setiap musim hujan.
Fraksi Golkar juga mendorong perbaikan tanggul-tanggul yang berisiko tinggi terhadap bahaya banjir.
"Yang gilirannya berdampak kerugian pada masyarakat yang cukup besar," ucap Enny.
Kewenangan Sungai Ada di Balai PSDA Pemali Comal
Fraksi Partai Golkar meminta Pemerintah Kota Tegal tidak bekerja sendiri. Koordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Pemali Comal menjadi kunci karena kewenangan atas sungai besar tersebut ada di balai.
"Kami menyarankan agar Pemkot serius berkoordinasi dengan Balai PSDA Pemali Comal untuk pengerukan sungai dan perbaikan tanggul," sebut Enny yang berasal dari Daerah Pemilihan Margadana.
Waktu Pelaksanaan APBD Perubahan 2026 Kurang dari Tiga Bulan
Fraksi Golkar juga mengingatkan soal mepetnya waktu pelaksanaan APBD Perubahan 2026. Pelaksanaannya praktis kurang dari tiga bulan.
Fraksi meminta seluruh OPD memperhatikan waktu penyelesaian kegiatan agar tidak melebihi jadwal yang ditetapkan.
"Agar memperhatikan waktu penyelesaian kegiatan tidak melebihi waktu yang sudah ditetapkan," ucap Enny.
Semua kegiatan diminta diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu. Jangan sampai kualitas pekerjaan dikorbankan karena mengejar waktu yang pendek, termasuk pekerjaan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai jika dianggarkan dalam APBD Perubahan 2026.
"Jangan asal jadi, karena taruhannya adalah keselamatan warga," tegas Enny.