Baznas Jateng Salurkan Rp5,25 Miliar ke 1.750 Mustahik, Taj Yasin Minta Pendampingan Usaha Jalan Terus

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:01:01 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan bantuan modal usaha produktif secara simbolis kepada mustahik di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026).

UNGARAN — Penyaluran tahap pertama tahun 2026 menyasar 1.750 penerima dengan total Rp5,25 miliar. Setiap mustahik menerima Rp3 juta untuk memperkuat usaha produktif yang sudah berjalan, mulai dari membeli peralatan hingga menambah kapasitas produksi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan bantuan modal tidak cukup berhenti pada serah terima uang. Penerima harus terus didampingi agar dana yang diberikan berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

"Ini menjadi role model buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang," kata Taj Yasin saat menyerahkan bantuan secara simbolis di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026).

Target 3.500 Mustahik dengan Anggaran Rp10,5 Miliar

Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menjelaskan, program bantuan modal usaha produktif 2026 ditargetkan menjangkau 3.500 mustahik dengan total anggaran Rp10,5 miliar. Penyaluran dilakukan bertahap sepanjang tahun.

Baznas melibatkan penyuluh agama di tingkat kecamatan untuk mendampingi penerima. Mereka memantau perkembangan usaha sekaligus memastikan modal dimanfaatkan secara optimal.

Laporan perkembangan usaha disampaikan setiap empat bulan. Dari mekanisme itu, Baznas mengevaluasi dampak bantuan, termasuk pertumbuhan usaha, penambahan fasilitas, dan peningkatan jumlah tenaga kerja.

Dari Dua Bangku Jadi Empat, Pekerja Bertambah

Darodji menyebut sejumlah penerima menunjukkan perkembangan positif. Ada pelaku usaha yang awalnya hanya memiliki dua bangku, kini mampu menambah menjadi empat bangku.

Penerima lain berhasil menambah jumlah pekerja dari tiga orang menjadi lima orang. Baznas juga menemukan pelaku usaha yang mampu meraih keuntungan hingga Rp300 ribu per hari berdasarkan hasil kunjungan langsung.

Menurut Darodji, pengentasan kemiskinan membutuhkan upaya yang tidak berhenti pada bantuan sesaat. Masyarakat perlu dibekali keterampilan sekaligus akses permodalan.

"Kalau kita ingin membuat orang mandiri dan bebas dari kemiskinan, bagi kami ada dua cara, yaitu dilatih punya keterampilan dan diberi modal. Kalau bantuan konsumtif, mungkin beberapa hari sudah habis. Tetapi, kalau produktif, kita beri kail agar mereka berkembang," jelasnya.

Penerima di Batang dan Semarang

Dampak program dirasakan Slamet Rahardjo, pelaku usaha sol sepatu asal Kabupaten Batang yang telah menekuni pekerjaannya sekitar 15 tahun. Setelah mengalami kecelakaan, Slamet kini menjalani aktivitas sehari-hari dengan kursi roda.

Bantuan modal dari Baznas akan digunakan untuk membeli perlengkapan kerja, seperti benang, lem, dan cutter. "Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Baznas, saya bisa lebih mengembangkan usaha dengan membeli peralatan sol sepatu yang baru," kata Slamet.

Manfaat serupa diharapkan Emyatun, pedagang nasi Padang Ampera asal Kota Semarang. Ia berencana menambah modal dan memperbarui peralatan dagang, termasuk kompor serta perlengkapan penyajian makanan.

Emyatun menjalankan usaha bersama suaminya. Dalam beberapa bulan terakhir, penjualan mulai meningkat setelah mereka memanfaatkan layanan pesan-antar makanan seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood.

Taj Yasin menegaskan keberhasilan program tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang disalurkan. Perubahan kondisi ekonomi penerima, termasuk kemampuan mengembangkan usaha hingga mandiri, menjadi ukuran penting.

"Kita itu kalau memberikan bantuan berkembang itu senang sekali, ada rasa bangga," ujarnya.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: kabarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top