SEMARANG — Fadil menyebut arahan Presiden agar BOPPJ mengoptimalkan perlindungan ekologis sekaligus pengembangan ekonomi masyarakat di Pantura. Titik pengelolaan yang dipilih mencakup Kota Semarang, Demak, dan Kendal.
Penanaman mangrove direncanakan berlangsung dalam waktu dekat bersama warga. Keterlibatan komunitas dinilai penting untuk menjaga wilayah pesisir secara berkelanjutan.
"Presiden sudah memerintahkan BOPPJ untuk mengoptimalkan perlindungan ekologis dan pengembangan ekonomi masyarakat di Pantura. Salah satu wilayah yang menjadi titik untuk dikelola adalah di Kota Semarang, Demak, dan Kendal," kata Fadil.
Menurut Fadil, konsep besar giant sea wall bukan semata proyek infrastruktur. Pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari rancangan tersebut.
"Giant Sea Wall dalam konsep besarnya adalah pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat," jelasnya.
Audiensi juga membahas sejumlah praktik penanaman dan pengelolaan mangrove yang sudah berjalan di Jawa Tengah. Salah satunya pengalaman Mohammad Bangkit, tokoh pemuda di Kabupaten Brebes.
Bangkit menggerakkan Pokdarwis Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kaliwlingi, Kecamatan Brebes. Model pengelolaan berbasis warga itu menjadi bahan pertimbangan untuk direplikasi di titik lain Pantura.
Gubernur Ahmad Luthfi menilai langkah BOPPJ sejalan dengan program Mageri Segoro yang telah dijalankan di seluruh pesisir Jawa Tengah. Program itu melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Data Pemprov Jateng mencatat panjang garis pantai wilayah ini mencapai 1.127,85 kilometer. Rinciannya, Pantura 651,47 kilometer, Pantai Selatan 343,50 kilometer, dan Karimunjawa 132,88 kilometer.
"Tentu saja program BOPPJ itu selaras dengan program Jawa Tengah. Kita punya program Mageri Segoro yang itu sudah melibatkan seluruh komponen masyarakat," kata Luthfi.
Luthfi memaparkan tantangan kawasan Pantura yang cukup kompleks. Persoalannya bukan hanya abrasi dan erosi yang membuat garis pantai mundur, tetapi juga banjir, rob, penurunan muka tanah, dan sedimentasi.
Kawasan pesisir berkaitan langsung dengan permukiman, tambak, perikanan, kawasan industri, hingga infrastruktur. Karena itu, perlindungan Pantura membutuhkan penanganan terpadu lintas sektor.
Untuk jangka panjang, konsep giant sea wall sepanjang Pantura Jawa masuk proyek strategis nasional. Di Jawa Tengah, bentangannya sekitar 274,7 kilometer melintasi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
"Sebelum adanya Giant Sea Wall berdiri, harapannya masyarakat sudah terbiasa dengan penanaman mangrove, cemara, kemudian kelapa nyiur dan sebagainya. Sehingga upaya pencegahan sejak dini ini diberikan sebelum pelaksanaan (Giant Sea Wall) dilaksanakan," katanya.