BOYOLALI — Proses penanganan dilakukan secara hati-hati. Aparat memilih pendekatan persuasif agar kondisi warga tetap tenang dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama evakuasi. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran proses tersebut.
Babinsa Koramil 17/Wonosegoro Serda Sugeng Santoso menyatakan bahwa pendampingan itu merupakan bentuk kepedulian aparat terhadap kondisi warga di wilayah binaannya.
"Kami bersama Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa berupaya membantu agar warga mendapatkan penanganan yang tepat. Kami juga memastikan prosesnya berlangsung aman dan lancar," kata Sugeng.
Menurut Sugeng, penanganan warga yang membutuhkan perhatian khusus tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga. Dukungan lingkungan dan sinergi berbagai pihak juga dibutuhkan.
Kegiatan tersebut menunjukkan kolaborasi TNI, Polri, dan pemerintah desa dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat. Ketiganya bergerak bersama sejak proses pendekatan hingga pengantaran ke fasilitas kesehatan.
Dengan adanya pendampingan tersebut, warga diharapkan dapat memperoleh perawatan yang sesuai. Kondisi kesehatannya diharapkan dapat ditangani secara lebih baik oleh tenaga medis di RSJ Solo.
Langkah serupa dinilai penting untuk memastikan warga dengan kebutuhan khusus tidak tertinggal dari layanan kesehatan. Kolaborasi antara aparat kewilayahan dan pemerintah desa menjadi bagian dari upaya tersebut.