Komisi IV DPR Sidak Pasar Induk Beras Cipinang, Cadangan Bulog 4,8 Juta Ton dan Harga Turun Rp 500 per Kg

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:31:32 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI meninjau kios beras saat sidak di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta.

JAKARTA — Pemerintah menegaskan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman setelah pengecekan langsung di sejumlah kios Pasar Induk Beras Cipinang. Cadangan beras yang dikelola Bulog tercatat 4,8 juta ton per 2 Oktober 2026, angka yang disebut cukup untuk menahan gejolak harga di pasar.

Pasokan yang masuk ke pasar induk berasal dari sejumlah sentra produksi, termasuk Jawa Barat dan Jawa Tengah. Distribusi dari gudang menuju pengecer menjadi perhatian utama dalam sidak tersebut.

Harga Beras Medium Turun Jadi Rp 13.500 per Kilogram

Pedagang beras Pasar Induk Beras Cipinang, Anto, menyebut harga sudah melunak dalam dua pekan terakhir. Penurunan di tingkat distributor mencapai sekitar Rp 500 per kilogram.

Beras medium yang sebelumnya sekitar Rp 14.000 per kilogram kini dijual sekitar Rp 13.500. Sementara beras premium turun dari sekitar Rp 15.000 menjadi Rp 14.500 per kilogram.

Anto menduga penurunan itu berkaitan dengan bantuan pangan yang membuat sebagian pembeli tak lagi berbelanja ke kiosnya. "Dua minggu terakhir ini ada penurunan, mungkin karena efek bantuan pangan," ujarnya.

Stok Lancar, Distribusi ke Ritel Modern Jadi Tantangan

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengatakan stok beras di pasar induk tersedia dan harga masih terkendali. Ia menyebut pasokan datang dari beberapa daerah sekaligus.

"Stok berasnya lancar. Ada yang dari Jawa Barat, ada dari Jawa Tengah, dan harganya pun oke, baik, tidak tinggi," kata Titiek.

Menurut Titiek, persoalan beras tidak berhenti pada ketersediaan. Penyaluran dari produsen dan Bulog ke pasar, pengecer, hingga masyarakat harus dipastikan berjalan efektif.

"Beras ini bukan hanya masalah stok saja. Tetapi juga bagaimana kita memastikan beras ini disalurkan dari produsen dan juga dari Bulog ke pasar secara efektif dan efisien," tuturnya.

Bapanas Kawal Pasokan Premium 600 Ton per Hari

Sekretaris Utama Bapanas Ito Hediarto menyatakan hasil sidak menunjukkan pasokan di pasar tersedia. Pemerintah akan mengawal agar penurunan harga di distributor ikut dirasakan konsumen.

Ito menjelaskan persoalan di sebagian ritel modern bukan karena kekurangan stok. Titik masalahnya ada pada pemerataan distribusi dari pusat distribusi menuju gerai.

"Beras aman. Medium, apalagi. Premium penyaluran distribusinya yang kita jaga ketat," ucapnya.

Pasokan beras premium untuk ritel modern saat ini berada di kisaran 600 ton per hari. Bapanas mendorong Bulog berkoordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi perberasan untuk memperkuat penyaluran.

Ritel di Atas HET Kena Teguran

Pemerintah menegaskan akan menindak praktik penetapan harga beras yang melampaui Harga Eceran Tertinggi. Ritel yang menjual di atas HET telah mendapat teguran dan pemanggilan.

"Jadi poinnya adalah ketika ada oknum yang menentukan harga di atas HET, tidak ada alasan lagi," kata Ito.

Terhadap pelaku usaha yang melanggar, pemerintah lebih dulu melakukan pembinaan dan teguran. Penanganan tidak langsung dilanjutkan ke proses hukum apabila ketentuan kembali dipatuhi.

Bapanas bersama Bulog dan pemangku kepentingan akan terus mengawal ketersediaan serta distribusi beras dari hulu hingga hilir. Tujuannya agar stok sampai ke masyarakat dengan harga wajar dan sesuai ketentuan.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top