IHSG Berpotensi Uji Level 6.000, Analis Rekomendasikan ENRG hingga ICBP

Penulis: Eko Saputro  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 08:06:36 WIB
Papan digital memperlihatkan pergerakan IHSG yang berpotensi menguji level psikologis 6.000.

JAWA TENGAH — Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melanjutkan koreksi pada perdagangan Jumat (2/10) dan berpotensi menguji level psikologis 6.000. Tekanan jual diperkirakan masih berlanjut setelah indeks menembus support Fibonacci di 6.019. Sejumlah analis merekomendasikan saham ENRG, ICBP, hingga MBMA untuk dicermati di tengah pelemahan ini.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tekanan setelah ditutup mendekati level 6.000. Indikator MACD menunjukkan momentum bearish yang belum mereda, sehingga indeks berpotensi bergerak konsolidasi di area 6.000–6.200.

"MACD masih menunjukkan bearish momentum, sehingga indeks berpotensi konsolidasi di area 6.000–6.200," tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas.

Level Support dan Resistance yang Perlu Dicermati

BRI Danareksa memperkirakan support berikutnya berada di 5.854, sementara resistance di 6.185–6.240. Kemampuan indeks kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound.

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova melihat pelemahan IHSG berpotensi berlanjut menuju 5.850 setelah penutupan Kamis berada di bawah 6.015. Momentum negatif diperkirakan masih kuat hingga pekan depan jika penutupan mingguan terkonfirmasi di bawah level tersebut.

Ivan memproyeksikan support IHSG berada di 5.850, 5.607, dan 5.314. Adapun resistance berada di 6.247, 6.423, 6.552, dan 6.712.

Sentimen Global dan Domestik Jadi Penentu Arah

Fokus pasar bergeser ke rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi acuan dalam membaca arah kebijakan The Fed. Dari dalam negeri, surplus perdagangan Agustus mencapai US$3,55 miliar, sementara inflasi September tercatat 3,28% year-on-year.

Data tersebut menunjukkan aktivitas ekspor masih solid, namun tekanan harga domestik mulai meningkat. Pasar juga akan mengevaluasi dampak reshuffle kabinet dan implementasi short selling terhadap sentimen serta aktivitas perdagangan.

Rekomendasi Saham dari Dua Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham untuk dicermati:

  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
  • PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO)
  • VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR)

Sementara BinaArtha Sekuritas menjagokan lima saham:

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
  • PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Apa Artinya bagi Investor

Posisi IHSG yang mendekati level psikologis 6.000 membuat investor perlu mencermati area support dan resistance sebelum mengambil keputusan. Jika indeks gagal bertahan di atas 6.000, tekanan jual berpotensi menguji level 5.854 hingga 5.850.

Sebaliknya, kemampuan menembus 6.185 menjadi sinyal awal ruang rebound terbuka. Saham-saham yang direkomendasikan analis berasal dari sektor energi, konsumer, dan material yang dinilai memiliki ketahanan di tengah volatilitas pasar.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top